NASA Tanggapi Pernyataan Donald Trump soal UFO: Kami Komitmen pada Sains

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

NASA akhirnya angkat suara menanggapi komentar terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang UFO dan fenomena udara tak dikenal (UAP).

Isu UFO dan kehidupan alien kembali santer dibicarakan setelah dua mantan dan presiden Amerika Serikat sama-sama melontarkan pernyataan soal makhluk luar angkasa dalam waktu berdekatan.

Perbincangan soal alien bermula ketika Barack Obama tampil di podcast jurnalis Brian Tyler Cohen. Dalam sesi tanya jawab cepat, Obama ditanya: “Apakah alien itu nyata?”

Obama menjawab, “Mereka nyata, tapi saya belum pernah melihatnya, dan mereka tidak disimpan di Area 51. Tidak ada fasilitas bawah tanah (di sana). Kecuali ada konspirasi besar dan itu disembunyikan dari Presiden Amerika Serikat.”

Pernyataan itu langsung ramai di internet. Namun, Obama kemudian memberikan klarifikasi lewat Instagram. Ia menegaskan bahwa yang ia maksud adalah kemungkinan adanya kehidupan di alam semesta secara umum, bukan klaim bahwa makhluk luar angkasa pernah mengunjungi Bumi.

Menurut Obama, secara statistik peluang adanya kehidupan di luar sana cukup besar karena luasnya alam semesta. Namun, jarak antar sistem tata surya sangat jauh sehingga kemungkinan Bumi pernah dikunjungi alien sangat kecil. Ia juga menegaskan tidak melihat bukti adanya kontak makhluk luar angkasa selama menjabat jadi presiden.

Sebelum klarifikasi Obama beredar luas, Trump lebih dulu bereaksi. Dalam percakapan dengan wartawan saat penerbangan menuju Georgia, ia menyebut Obama telah melakukan kesalahan besar dan seolah membocorkan informasi rahasia negara.

Dilansir Reuters, Trump menilai Obama tidak seharusnya membicarakan hal yang diklaimnya sebagai informasi terklasifikasi. Tak berhenti di situ, Trump juga menulis di platform Truth Social bahwa ia akan mengarahkan departemen dan lembaga pemerintah untuk mulai mengidentifikasi serta merilis dokumen terkait kehidupan alien, UAP, dan UFO.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS memang berupaya lebih transparan terkait fenomena udara tak dikenal. Kongres menggelar dengar pendapat publik mengenai penampakan UAP dan UFO. Sejumlah saksi dan pejabat memaparkan hasil investigasi mereka.

Sebagian kasus memiliki penjelasan yang jelas, misalnya balon cuaca, penjelasan klasik dalam berbagai laporan UFO. Namun, ada pula insiden yang masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut karena keterbatasan bukti atau rekaman.

Menanggapi unggahan Trump, Sekretaris Pers NASA, Bethany Stevens, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada prinsip sains terbuka. Melalui akun X, ia menyatakan NASA sejak awal berdiri mendorong keterbukaan data agar publik dapat membangun inovasi dari temuan yang ada.

Stevens juga mengutip pernyataan Administrator NASA, Jared Isaacman, yang menyebut ada hal-hal yang belum dapat ia jelaskan selama menjabat, tetapi itu lebih berkaitan dengan program yang mahal dan tidak efisien, bukan tentang kehidupan luar angkasa.

Meski dikenal sebagai salah satu lembaga paling transparan di AS, NASA mengakui tidak semua informasi dapat dipublikasikan. Dalam kebijakan resminya, NASA menyebut data yang tergolong rahasia, sensitif terkait pengadaan, tunduk pada Undang-Undang Privasi, atau termasuk komunikasi hukum tertentu tidak bisa dirilis ke publik.

Artinya, meski mungkin ada informasi terklasifikasi yang disimpan, misalnya terkait lokasi pangkalan militer yang terpantau satelit, publik tampaknya tidak perlu berharap akan ada pengumuman mendadak bahwa alien benar-benar ada dan selama ini bersembunyi di Bumi.

Sejauh ini, narasi resmi tetap sama: kemungkinan kehidupan di luar sana terbuka lebar secara ilmiah. Namun bukti konkret bahwa makhluk luar angkasa telah mengunjungi atau berinteraksi dengan manusia masih nihil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Madura United Akui Laga Kontra Persib Berat, tetapi Sudah Siapkan Taktik Khusus
• 10 jam lalubola.com
thumb
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Dishub Subang Maksimalkan CCTV Pantau Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
BRI Kucurkan KUR Rp178 Triliun di 2025, Perkuat UMKM dan Ketahanan Pangan Nasional
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Ultimatum Penerima Beasiswa untuk Jaga Etika, Bos LPDP: Lu Pakai Duit Pajak!
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.