Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao Resmi Rematch September: Duel Legendaris Kembali Memanas

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Los Angeles — Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao telah sepakat untuk menggelar pertandingan ulang dari duel bersejarah mereka pada tahun 2015.

Pertarungan kedua mereka akan digelar pada 19 September di Las Vegas, demikian diumumkan kedua ikon tinju tersebut pada hari Senin. Pertandingan ulang ini akan disiarkan melalui Netflix, dan akan menjadi ajang tinju pertama yang digelar di Sphere, arena hiburan imersif yang terletak di sebelah timur kawasan Strip.

Mayweather, yang genap berusia 49 tahun pada hari Selasa, mengumumkan pekan lalu niatnya  mengakhiri masa pensiun sembilan tahunnya dari tinju kompetitif. Pacquiao yang kini berusia 47 tahun mengakhiri masa pensiun empat tahunnya tahun lalu, dan dijadwalkan menghadapi Ruslan Provodnikov pada 18 April dalam pertarungan kedua sejak comeback-nya.

Mayweather dan Pacquiao belum mengumumkan kelas berat maupun jumlah ronde untuk pertarungan kedua tersebut.

Dua petinju paling menonjol di generasi mereka akan kembali bertemu 11 tahun setelah Mayweather mengalahkan Pacquiao melalui keputusan juri dalam pertarungan yang tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi besar selama satu dekade sebelumnya. Meski demikian, promotor menyebutnya tetap sebagai pertarungan paling menguntungkan dalam sejarah, memecahkan rekor pay-per-view dan menarik perhatian dunia.

“Saya sudah pernah melawan dan mengalahkan Manny sekali,” kata Mayweather dalam sebuah pernyataan. “Kali ini hasilnya akan sama.”

Pacquiao kemudian mengungkapkan bahwa ia bertarung dengan cedera bahu saat itu karena tidak ingin menunda pertandingan penting tersebut. Ia tidak mampu memberikan tekanan ofensif seperti biasanya terhadap Mayweather, yang menggunakan strategi pertahanan khasnya untuk meraih kemenangan dengan relatif nyaman.

“Para penggemar sudah menunggu cukup lama—mereka pantas mendapatkan pertandingan ulang ini,” kata Pacquiao. “Saya ingin Floyd hidup dengan satu kekalahan dalam catatan profesionalnya dan selalu ingat siapa yang memberikannya.”

Pertemuan pertama mereka terjadi lebih dari lima tahun setelah penggemar mulai menuntut duel antara dua petinju hebat dengan ukuran tubuh yang sebanding. Kedua pihak sempat saling menyalahkan atas penundaan tersebut, tetapi Mayweather selalu menegaskan ia akan melawan siapa pun, kapan pun ia mau—membuat banyak penggemar percaya bahwa ia menunggu sampai usia mulai mengurangi keganasan pukulan Pacquiao yang terkenal brutal.

Kini, keduanya sudah jauh melewati masa puncak mereka, tetapi Mayweather dan Pacquiao tetap menjadi dua nama terbesar dalam dunia tinju.

Setelah mengalahkan Conor McGregor pada 2017 dan pensiun dengan rekor sempurna 50-0, Mayweather menghabiskan sebagian besar usia 40-annya mengikuti pertarungan ekshibisi yang sangat menguntungkan melawan YouTuber dan lawan kelas pinggiran, sambil mempertahankan gaya hidup mewahnya di luar ring. Saat ini ia juga terlibat sengketa hukum dengan beberapa kreditur, mulai dari dugaan tunggakan sewa apartemen di Manhattan hingga tagihan perhiasan.

Mayweather juga mengumumkan pertarungan ekshibisi lain melawan Mike Tyson yang kini berusia 59 tahun pada musim semi ini, meskipun lokasi dan tanggalnya belum ditentukan.

Pacquiao sebelumnya mencalonkan diri sebagai presiden di negara asalnya, Filipina, namun gagal. Ia kemudian juga kalah dalam pemilihan Senat Filipina pada Mei tahun lalu. Dua bulan setelah kekalahan politik itu, ia kembali naik ring dan menghadapi juara kelas welter WBC Mario Barrios, dengan hasil imbang mayoritas dalam upayanya menjadi juara kelas 147 pon tertua dalam sejarah.

Pertandingan ulang ini menjadi salah satu ajang besar terbaru yang ditayangkan di Netflix, seiring platform tersebut terus mengamankan pertarungan-pertarungan papan atas untuk program olahraga langsungnya. Tahun lalu, Netflix menayangkan kemenangan Terence Crawford atas Canelo Álvarez, dan pada April mendatang juga akan menayangkan pertarungan comeback juara kelas berat Tyson Fury.

Arena Sphere, yang dibuka pada 2023, juga pernah menjadi tuan rumah acara UFC pada 2024. Presiden UFC Dana White mengatakan promosi tersebut harus mengeluarkan sekitar 20 juta dolar AS untuk menggelar acara itu—sekitar 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan acara pay-per-view UFC biasa—karena kemampuan dan persyaratan unik arena tersebut.

Oleh Greg Beacham


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
20 Film Korea tentang Perselingkuhan, Bikin Penonton Ikutan Naik Darah
• 2 jam lalutheasianparent.com
thumb
Terpopuler: Janice Tjen Tersingkir di Merida Open, Debut Alwi Farhan di All England 2026 Jadi Sorotan
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Jatim Berpeluang Berawan dan Hujan Petir saat Pagi hingga Sore Hari
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Deretan Diskon Angkutan Mudik Lebaran, Catat Tanggalnya
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Hari Ini Nikah! Begini Persiapan Virgoun dan Lindi Fitriyana Jelang Akad
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.