Trump Ketar-ketir, Sebut Iran Kembangkan Rudal Guna Menyerang Amerika Serikat (AS)

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) buka suara terkait dengan urgensinya dalam menekan ambisi pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Iran. Menurutnya, negara tersebut bisa menjadi ancaman bagi Negeri Paman Sam.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan terdapat beberapa alasan yang membuatnya tak ingin teknologi nuklir dikembangkan oleh Iran. Salah satunya adalah dukungan negara tersebut terhadap kelompok militan di Timur Tengah.

Baca Juga: Meski Dihancurkan, Amerika Serikat (AS) Klaim Iran Diam-diam Terus Kembangkan Senjata Nuklir

“Rezim Iran dan proksi-proksi mematikannya tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian dan kebencian,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

Selain itu, menurutnya program senjata nuklir juga tengah dikembangkan oleh Iran. Mereka juga sedang mengembangkan rudal yang akan mampu menjangkau wilayah dari Amerika Serikat.

“Mereka ingin memulai semuanya dari awal, dan saat ini kembali mengejar ambisi gelap mereka,” kata Trump.

Namun Trump menyatakan dirinya lebih memilih jalur damai, termasuk dalam menyelesaikan sengketa soal pengembangan nuklir dari Iran. Ia bahkan mengklaim telah berperan dalam meredakan atau mengakhiri sejumlah konflik global.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tak Berikan Iran Banyak Opsi: Kesepakatan Nuklir Wajib Berlaku Permanen

“Sebagai presiden, saya akan membuat perdamaian di mana pun saya bisa. Namun saya tidak akan ragu menghadapi ancaman terhadap Amerika kapan pun diperlukan,” ungkap Trump.

Meski demikian, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses negosiasi nuklir yang hingga kini belum membuahkan hasil konkret. Menurutnya, Iran belum menyampaikan komitmen paling mendasar yang diinginkan Washington.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi kami belum mendengar kata-kata kunci itu: ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir’,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Resmi Teken Perjanjian Dagang Resiprokal dengan Amerika Serikat

Pernyataan Trump disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan telah mengerahkan armada besar, termasuk kapal induk dan aset udara, serta menyiapkan skenario konflik yang berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu apabila tak ada kesepakatan terkait program nuklir dari Iran.

Adapun Iran kembali menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kebutuhan energi sipil. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyebut tuduhan bahwa pihaknya melakukan pengembangan senjata nuklir adalah kebohongan yang diulang-ulang.

“Apa yang diklaim tentang program nuklir kami dan rudal balistik antarbenua hanyalah pengulangan dari serangkaian kebohongan besar,” kata Baghaei.

Teheran sendiri menyatakan tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Iran mengaku siap mengambil semua langkah yang diperlukan demi tercapainya perjanjian, namun memperingatkan akan memberikan respons tegas apabila terjadi serangan militer dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)

Iran juga mengisyaratkan kesiapan memberikan konsesi terbatas, termasuk kemungkinan mengirim sekitar setengah dari persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, mengencerkan sisa stok uranium, serta berpartisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional. Sebagai imbalannya, mereka menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan resmi atas hak Iran melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
230 Nama Bayi Perempuan Jawa Keraton dan Rangkaiannya yang Estetik
• 14 jam lalutheasianparent.com
thumb
Video: Sumpah Trump Untuk Iran
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mudik Gratis Pemprov DKI Klaster 2 Dibuka, Catat Cara Daftar dan Dokumen yang Disiapkan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Presiden Prabowo Sebut Solusi Dua Negara Jadi Jalan Damai Berkelanjutan Palestina
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Video: Triliunan Dana Negara LPDP, Mengapa "Awardee" Harus Mengabdi?
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.