FAJAR, JAKARTA – Kontoversi yang menyeret keluarga penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) belum usai. Sosok Dwi Sasetyaningtyas kini dilaporkan menghilang dari jagat maya. Warganet pun membongkar isu cerai palsu.
Perempuan yang sebelumnya dikenal sangat vokal dan aktif membagikan kesehariannya melalui Instagram Story tersebut, terpantau mendadak vakum total dari seluruh aktivitas media sosial. Aksi bungkam ini memicu spekulasi liar di kalangan netizen yang terus mengawal kasus ini.
Vakumnya Dwi dari media sosial justru memunculkan bola salju baru yang semakin memanas. Publik kini mulai mempertanyakan kelanjutan nasib rumah tangganya dengan sang suami, Arya Iwantoro.
Sebagaimana diketahui, Arya kini berada dalam posisi sulit setelah terancam masuk daftar hitam (blacklist). Bahkan dituntut untuk mengembalikan dana beasiswa oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Di tengah situasi tersebut, sebuah rumor mengejutkan mendadak viral.
Isu ini mencuat ke permukaan setelah akun Instagram @masjalah mengunggah sebuah tangkapan layar cuitan pada Minggu (23/2/2026) seperti dilansir solobalapan.jawapos.com, Kamis (26/2/2026).
Dalam unggahan tersebut, muncul dugaan bahwa pasangan ini tengah merencanakan perpisahan secara hukum sebagai strategi menghindari kewajiban finansial.
“Info terbaru! Mbak Saset pura-pura cerai sama lakinya untuk menghindari balikin duit LPDP,” tulis keterangan dalam cuitan yang menjadi viral tersebut.
Hingga saat ini, kebenaran mengenai isu keretakan rumah tangga demi menghindari denda fantastis tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Dwi Sasetyaningtyas sendiri memilih menutup rapat akses komunikasi sejak unggahan video permintaan maaf terakhirnya.
Reaksi Keras Warganet
Kabar mengenai dugaan siasat “cerai palsu” ini menyebar kilat di berbagai platform. Di media sosial X (Twitter), cuitan terkait isu ini telah ditonton lebih dari 1 juta kali, memancing beragam reaksi sinis dan kecaman dari netizen.
“Wah berarti di masa depan aset-aset tersebut akan diwariskan ke orang asing dong,” sindir akun @vee_k269 yang menyoroti keinginan Dwi sebelumnya agar anaknya memiliki paspor asing.
Beberapa netizen lain masih menyayangkan kecerobohan awal yang dilakukan oleh Dwi. “Kok bisa bicara seterang itu di medsos,” tambah akun @lidypannn.
Tak hanya menyeret nama keluarga Dwi dan Arya, polemik ini rupanya menciptakan efek domino bagi komunitas penerima beasiswa lainnya. Banyak penerima beasiswa yang kini merasa terbebani secara psikologis akibat citra negatif yang muncul.
“Mba-mba, mas-mas LPDP yang lain jadi ketar-ketir. Gak berani ngomong apa-apa sekarang,” tulis akun @ignatiusEga yang menggambarkan kekhawatiran para penerima beasiswa LPDP saat ini. (*)





