KOMPAS.com – Lantunan ayat suci Al Quran menggema di tengah rimbunnya kawasan Pesantren Tahfizh Green Lido (PTGL), Desa Benda, Cicurug, Sukabumi, Selasa (17/2/2026).
Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah (H)/2026 Masehi, suasana syahdu terasa saat para santri, tokoh masyarakat, dan perwakilan donatur berkumpul dalam kegiatan tarhib Ramadhan yang digelar Dompet Dhuafa.
Melalui Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf (LPIW), Dompet Dhuafa menggelar tradisi tarhib yang dirangkai dengan aksi kepedulian bagi 100 anak yatim.
Kegiatan bertajuk “Bersama Al-Qur'an: Alirkan Jariyah dan Langitkan Doa untuk Kebaikan Bangsa” itu menjadi momentum menguatkan semangat berbagi sekaligus mendorong kolaborasi kebaikan menjelang bulan suci.
Ketua Dewan Pengawas Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi mengatakan, Ramadhan selalu mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, memperkuat empati, dan memperbanyak amal kebaikan.
“Mari jadikan tarhib Ramadhan ini sebagai awal kebaikan nyata lewat gerakan ilmu, gerakan kepedulian, dan gerakan kolaborasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Lewat Kampanye Lindungi Penjaga Al Aqsa, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ke Palestina
Rahmad menambahkan, Dompet Dhuafa terus memperluas berbagai program sosial, mulai dari dapur umum, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, rumah tahfizh, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain,” ungkapnya.
Kegiatan tarhib juga diisi ceramah oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI Waryono Abdul Ghofur. Ia menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan amalan sosial, termasuk sedekah jariyah melalui wakaf.
Menurut Waryono, para ulama telah mengajarkan bahwa salah satu amalan utama di bulan Ramadhan adalah bersedekah jariyah melalui wakaf yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Bapak dan ibu, ayo kita isi sebaik-baiknya Ramadhan kali ini dengan amal utama, yaitu berusaha melakukan dan mengalirkan jariyah,” katanya.
Baca juga: 50 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang, Dompet Dhuafa Hadirkan Penawar Duka di Balik Tenda Pengungsian Banjir di Aceh Tamiang
Waryono mencontohkan kawasan pesantren dengan fasilitas yang memadai sebagai salah satu bentuk jariyah dalam wujud wakaf.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa nilai sedekah bukan terletak pada besar kecilnya nominal, melainkan pada keikhlasan.
“Meskipun (donasi) melalui Dompet Dhuafa hanya Rp 1.000, itu tidak masalah. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa bersedekah pun bisa lewat senyuman,” tutur Waryono.
Usai rangkaian tarhib, Waryono bersama pimpinan Yayasan Dompet Dhuafa Republika dan perwakilan donatur meninjau pembangunan asrama pesantren yang tengah berlangsung.





