Wamendagri Bima Pastikan Sinkronisasi Daerah demi Capai Target Net Zero Emission

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa sinkronisasi antara komitmen global, nasional, dan lokal dalam mengatasi krisis iklim menjadi hal yang krusial. Fenomena "Global Boiling" menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk menyelaraskan target nasional menuju emisi gas rumah kaca nol bersih (Net Zero Emission).

"Tantangan kita itu sebetulnya apa yang ditulis di report ini, yaitu menyambungkan antara komitmen global, nasional, dan lokal. That is our major challenge. Global, nasional, dan lokal," kata Bima dalam acara Diseminasi Penelitian di Gedung Pakarti Center, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Bima mengungkapkan, tantangan lain yang dihadapi adalah dinamika politik di daerah. Para pemimpin daerah kerap dihadapkan pada dilema antara mengejar popularitas serta pertumbuhan ekonomi dengan pemenuhan target lingkungan yang bersifat teknis dan berjangka panjang.

Ia juga menyoroti hambatan riil di lapangan, seperti sulitnya peralihan transportasi publik ke kendaraan listrik (EV). Selain itu, terdapat pula ketergantungan ekonomi pada sektor industri yang masih menghasilkan emisi tinggi di berbagai wilayah.

Guna mengatasi hal tersebut, Bima menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan aktif memastikan instrumen penganggaran dan perencanaan pembangunan daerah tetap akuntabel serta selaras dengan kebijakan nasional.

"Porsi kami itu lebih kepada memastikan bahwa perencanaan penganggaran di daerah itu senapas dengan global commitment dan national commitment. Jadi dari perencanaan itu, ada juklak, ada juknisnya. Kita keluarkan Permendagri misalnya Nomor 15 Tahun 2024 untuk menjadi dasar bagi kepala daerah untuk mendorong inisiatif-inisiatif investasi hijau," ujarnya.

Bima menekankan, komitmen penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya menjadi formalitas atau seremonial semata. Ia mendorong penerapan konsep co-creation yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk generasi muda, untuk merumuskan strategi serta memperkuat pengawasan anggaran.

Bima berharap inovasi berbasis ekologi yang telah dilakukan sejumlah daerah dapat menjadi pemantik bagi daerah lain. Hal ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak pemimpin lokal yang inspiratif demi mencapai target nasional Net Zero Emission pada tahun 2060.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bidik Hattrick Juara, Ini Jalan Terjal Persib di BRI Super League 2025/2026
• 21 jam lalubola.com
thumb
Bakrie Group Masuk, Astrindo (BIPI) Jalin Kerja Sama dengan Mitra Anak Usaha ENRG
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Prediksi ⁠Persita Vs Dewa United di BRI Super League: Adu Gengsi dan Harga Diri di Derbi Banten
• 7 jam lalubola.com
thumb
Viral Mobil Lawan Arah Diamuk Massa di Gunung Sahari Jakpus, Begini Kronologinya
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Marinir TNI AL Patroli di Perbatasan Indonesia-Singapura, Ada Apa?
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.