Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menanggapi polemik salah satu lulusan beasiswa LPDP yang memamerkan paspor WNA milik anaknya. Arif berharap agar penerima beasiswa LPDP memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.
"Prinsipnya, kita tentu berharap semua awardee LPDP memiliki nasionalisme yang tinggi, ya, serta memberikan komitmen untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa dan negara," ujar Arif seusai acara dialog 'BRIN Goes to Industry' di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/2).
Arif menegaskan bahwa penerima LPDP wajib pulang karena telah dibiayai oleh negara dari uang rakyat.
Dia menyebut lulusan beasiswa LPDP memiliki kesempatan berkarier di Indonesia. Menurutnya, mereka merupakan calon periset yang berpotensi menjadi bagian dari BRIN.
"Intinya, saya hanya berharap awardee LPDP itu, karena sebagian dari mereka adalah calon-calon periset, berpotensi menjadi periset di BRIN," ujarnya.
Dalam perkara ini, Arif menegaskan bahwa BRIN terbuka untuk menerima kontribusi dari lulusan beasiswa LPDP. Bahkan, katanya, BRIN memburu mereka.
"Kita sangat terbuka, justru kami memburu lulusan LPDP yang bagus-bagus. Silakan bergabung ke BRIN," ungkap Arif.
Menurut Arif, Indonesia memiliki potensi besar untuk membentuk ekosistem riset berbasis teknologi. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar penerima LPDP dapat pulang dan berupaya memperkuat inovasi bersama BRIN.
"Indonesia itu punya potensi yang besar untuk membangun kekuatan sendiri berbasis teknologi. Sehingga yang kita harapkan kembali adalah orang yang punya idealisme, orang yang punya nasionalisme yang kuat. Monggo silakan bergabung ke BRIN untuk memperkuat inovasi nasional," ujar Arif.
"Yang lulusan LPDP yang unggul, yang punya idealisme yang kuat untuk membangun kekuatan inovasi nasional, silakan bergabung ke BRIN," sambungnya.
Arif menuturkan bahwa kini fasilitas riset di Indonesia sudah sangat canggih, bahkan yang terbaik di Asia Tenggara. Selain itu, kata dia, pendanaan di BRIN juga sudah meningkat.
"Di BRIN itu sekarang peralatan dan fasilitas sudah sangat-sangat bagus. Banyak beberapa alat bahkan terbaik di Asia Tenggara. Dan sekarang pendanaan di BRIN juga sudah meningkat," ungkap Arif.





