Polemik Parliamentary Threshold, Muncul Usulan Skema Ambang Batas Fraksi

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang meminta pembentuk Undang-Undang mengubah ketentuan ambang batas parlemen sebelum penyelenggaraan Pemilu 2029, telah membuat sejumlah partai di Senayan mengusulkan perubahan aturan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold. Angkanya bervariasi, yakni menjadi 2 persen, tetap 4 persen, atau bahkan hingga 7 persen. 

Angka Parliamentary Threshold pun menjadi perdebatan, seiring dengan Revisi Undang-Undang Pemilu. Baleg DPR sendiri telah memasukkan RUU Pemilu dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2026. 

Advertisement

BACA JUGA: PDIP: Ambang Batas Parlemen Masih Dibutuhkan di Pemilu 2029

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq kemudian mengusulkan agar cara tersebut bisa lebih disesuaikan dengan skema ambang batas fraksi yang duduk di Senayan.

"Formula ini lebih menjamin keterwakilan suara rakyat. Sehingga suara rakyat tak ada yang hilang seperti pada Pemiku 2024 lalu, ada 18 juta suara partai non parlemen yang tak terkonversi menjadi kursi," kata Rofiq saat Konsolidasi DPW DKI Jakarta dan DPD Se-Jakarta di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).

Rofiq menjelaskan, skema factional threshold atau ambang batas fraksi mampu menjaga keseimbangan antara representasi dan efektivitas kelembagaan.

"Semua suara dihitung. Parlemen juga efektif karena tak semua partai otomatis membentuk fraksi. Malah saya tantang, berani nggak partai di Senayan menyepakafu ambang batas fraksi, misalnya bisa membentuk fraksi jika memenuhi 10 sampai 15 persen kursi," kata dia.

Dengan skema ini, dia meyakini partai kecil juga masih memiliki peluang terepresentasi tanpa dibatasi dengan bikin fraksi gabungan. Menurutnya, skema tersebut mirip dengan yang pernah diterapkan DPR hasil Pemilu 1999 dan 2004, juga tingkat DPRD, bahwa pendekatan ambang batas fraksi juga masih berlaku.

"Jadi ambang batas fraksi yang lebih proporsional dan konstitusional. Suara pemilih tak hilang, fragmentasi politik di parlemen dapat terkendali," tuturnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Dipuji Raja Yordania, Disebut Berkomitmen Lindungi Rakyat Palestina
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pupuk Bersubsidi Langka dan Dampak Banjir Belum Pulih, Hasil Panen di Aceh Terancam Anjlok
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Persahabatan Dua Pemimpin! Momen Raja Abdullah II Sopiri Prabowo ke Bandara
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Menperin Dorong Semangat Berinovasi Lewat Kompetisi Global
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.