Kenapa Mobil Calya di Gunung Sahari Melawan Arah lalu Diamuk Massa?

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi mobil Toyota Calya yang melawan arah hingga diamuk massa di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026), diduga bermula dari penggunaan pelat nomor palsu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan, mobil bernomor polisi D 1640 AHB itu awalnya dihentikan petugas lalu lintas karena dicurigai memakai pelat tidak sesuai.

"Mobil dengan nomor polisi D 1640 AHB diduga menggunakan nomor pelat palsu, sehingga diberhentikan oleh dua polisi lalu lintas yang bertugas," ujar Reynold kepada wartawan di Polsek Tanah Abang, Rabu malam.

Baca juga: Pengemudi Calya Lawan Arah di Gunung Sahari: Tak Punya SIM dan STNK, Takut Ditilang

Namun, pengemudi berinisial HM justru panik dan memilih kabur. Ia masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari selatan ke utara menuju Jalan Bungur Besar.

"HM takut dan melarikan diri lalu masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari arah selatan ke utara di jalan Bungur Besar," kata Reynold.

Mobil kemudian berbelok dan terus bergerak melawan arus hingga ke simpang Menara Bidakara Alfa Land (MBAL).

Di lokasi itu, kendaraan kembali memutar arah dan tetap melaju di jalur berlawanan.

"Di situ mobil terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor," tutur Reynold.

Akibat kejadian tersebut, seorang perempuan asal Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengendarai sepeda motor mengalami luka-luka.

Baca juga: Mobil Lawan Arah hingga Diamuk Massa di Gunung Sahari, Apa Penyebabnya?

Satu unit motor juga mengalami kerusakan di bagian depan dan bodi samping kanan.

Mobil Toyota Calya yang dikemudikan HM turut mengalami kerusakan. Bagian samping kanan penyok dan kaca belakang pecah.

Sebelumnya, video aksi kejar-kejaran mobil yang melawan arah itu viral di media sosial.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam rekaman yang beredar, mobil hitam tersebut tampak melaju kencang menerobos kemacetan sambil dikejar warga.

Kaca belakang mobil terlihat pecah setelah dilempar helm oleh sejumlah orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waka BGN: Kalau Pakai Mobil SPPG buat Berbelanja, Saya Suspend!
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Jaga Rupiah Tetap Stabil, BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Video: Iran Bantah Klaim AS Terkait Program Rudalnya, Dusta Besar!
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
4 Penerima LPDP Mangkir Sudah Kembalikan Uang Beasiswa, Rata-rata Rp 2 M
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Amicus Curiae, 3 Organisasi Ini Dukung Pemberantasan Korupsi Tata Kelola Minyak
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.