Ada 4 Pelat Nomor Berbeda dalam Mobil Calya Lawan Arah di Gunung Sahari

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, ditemukan empat tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang berbeda di dalam mobil Toyota Calya hitam yang melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

"Kita langsung melakukan penggeledahan di dalam mobil yang digunakan oleh pengendara, didapati ada empat buah atau empat pasang TNKB (pelat nomor) berlainan," ujar Komarudin dalam video yang dibagikan Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Pengemudi Calya Lawan Arah di Gunung Sahari: Tak Punya SIM dan STNK, Takut Ditilang

Kemudian polisi juga menemukan satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik di dalam mobil.

Saat kejadian, pengemudi Calya berinisial HM tidak sendirian. Ia bersama balita dan dua orang perempuan.

Pada Kamis dini hari, Komarudin berkunjung ke Kantor Polres Metro Jakarta Pusat untuk penanganan kasus tersebut.

Menurut Komarudin, HM selaku pengemudi mobil dijerat dengan ancaman pasal 311 ayat 1, 2, dan 3 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Ia terancam hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 8 juta.

Berdasarkan barang bukti, kasus mobil lawan arah ini dilimpahkan ke penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Hal itu untuk mengetahui apakah ada indikasi mobil yang dikendarai HM akan digunakan untuk tindak kejahatan atau tidak.

Baca juga: Calya Lawan Arah di Gunung Sahari Bawa Balita dan 2 Perempuan Saat Dikejar Massa

"Ini yang masih kami dalami. Ya, masih terus kami dalami. Sampai saat ini yang bersangkutan masih terus intens dilakukan pemeriksaan," kata Komaruddin.

"Tadi sudah selesai dilakukan oleh penyidik lalu lintas, saat ini sedang dilanjutkan oleh penyidik dari Reskrim Polres Jakarta Pusat," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, mobil Calya itu sempat melaju kencang dalam kondisi lawan arah di jalan raya yang sedang padat kendaraan.

Saat melaju, mobil sempat menyerempet sejumlah badan mobil dan beberapa motor sebelum akhirnya berhenti karena dikejar massa dan petugas polisi

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, kejadian itu berawal dari pengendara yang diduga memakai pelat nomor palsu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelum lawan arah terjadi, sempat diberhentikan oleh petugas polisi sekitar pukul 17.00 WIB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Race Pertama MotoGP 2026 Berlangsung Jumat Besok, Alex Marquez Masih Khawatir Ducati akan Kesulitan saat Grand Prix Thailand
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Wall Street Menguat, Investor Pahami Potensi AI ke Bisnis
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Malaysia Tahan Imbang Timnas Futsal Putri di Piala AFF
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenpar Tegaskan Pariwisata Berkelanjutan Jadi Kunci Daya Saing Indonesia
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
BGN klarifikasi anggaran MBG: Alokasi bahan makanan bukan Rp15.000 per porsi
• 20 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.