FAJAR, GOWA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa mencatat tujuh titik genangan-banjir yang terdampak hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari terakhir.
Seluruh titik tersebut berada di wilayah Kecamatan Somba Opu, yang selama ini dikenal sebagai kawasan langganan genangan saat curah hujan meningkat.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara beruntun sejak beberapa hari terakhir menyebabkan peningkatan volume air di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman padat penduduk.
Genangan air mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi harian, serta meningkatkan potensi kerusakan infrastruktur lingkungan.
Kepala BPBD Gowa Wahyudin saat dikonfirmasi FAJAR mengatakan, dari laporan yang masuk dan hasil pemantauan lapangan, terdapat tujuh titik yang saat ini terpantau terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Somba Opu.
“Yang sesuai laporan yang masuk, khususnya di wilayah Somba Opu ini, memang ada tujuh titik rawan banjir,” katanya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia merinci, titik terdampak meliputi Jalan Poros Yusuf Bauty yang hingga kini masih mengalami kenaikan volume air, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Lorong 1, Jalan Tumanurung Raya, Perumahan Mutiara Permai, Perumahan Pesona Nadila, BTN Florinda, serta Perumahan Minasa Indah.
Seluruh titik tersebut merupakan lokasi yang selama ini masuk dalam pemetaan kawasan rawan banjir.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemantauan dilakukan secara berkala oleh tim reaksi cepat BPBD yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini, memetakan potensi risiko lanjutan, serta melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
BPBD Gowa juga telah menyiagakan 15 personel yang disebar untuk pemantauan dan respons awal di wilayah rawan banjir.
“Untuk saat ini petugas yang bertugas ada 15 orang,” ujarnya.
Selain pemantauan lapangan, Wahyudi mengatakan BPBD Gowa juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan arus informasi dari lapangan berjalan cepat, sekaligus memudahkan langkah penanganan apabila kondisi berkembang menjadi darurat.
Sementara itu, warga di kawasan terdampak mengaku banjir di sejumlah titik, khususnya di Jalan Poros Yusuf Bauty, merupakan kejadian yang berulang hampir setiap tahun.
Setiap musim hujan, genangan air kembali menghambat aktivitas warga dan merendam rumah di kawasan tersebut.
Seorang warga Kelurahan Paccinongang, Imran (21), mengatakan banjir di wilayah itu sudah menjadi langganan tahunan.
“Setiap tahun memang kena di sini, sudah ada puluhan rumah terendam,” ujar Imran kepada FAJAR, Rabu, 25 Fabruari 2026.
Ia menyebut, ketinggian air sering kali mencapai betis hingga lutut orang dewasa, sehingga menyulitkan warga melintas dan berisiko merusak kendaraan.
Meski demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di rumah dan belum mengungsi, meskipun di lingkungan sekitar sudah terdapat rumah warga yang tergenang air.
Warga berharap adanya penanganan jangka panjang agar banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi ancaman setiap musim hujan tiba.
“Tolong lah ditangani, ini juga drainase kalau bisa diperbaiki, diperlebar,” ucapnya. (an)





