PYONGYANG, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tampaknya telah melunak terkait hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS).
Kim Jong-un mengatakan Korea Utara dan AS bisa akur namun ada syarat.
Syarat yang dimaksud adalah jika AS bisa menerima senjata nuklir Korea Utara akan tetap ada.
Baca Juga: Kuba Tembak Mati 4 Orang yang Terobos Wilayahnya dengan Kapal AS, Disebut Bertujuan Terorisme
Meski begitu Kim Jong-un menepis kemungkinan hubungan diplomatik dengan Korea Selatan, yang disebutnya lawan paling bermusuhan dari Korea Utara.
Komentarnya itu diungkapkan Media Korea Utara KCNA, yang disampaikan pada Kongres Partai Buruh yang diadakan di Pyongyang, Korea Utara.
Hal itu dipandang sebagai upaya membuka pintu bagi pembicaraan dengan Presiden AS, Donald Trump.
“Jika Washington menghormati posisi (nuklir) kami saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi, dan menarik kebijakan permusuhannya, tak ada alasan mengapa kita tidak dapat bergaul dengan baik dengan Amerika Serikat,” ujar Kim Jong-un dikutip dari BBC, Kamis (26/2/2026).
Kim Jong-un menegaskan hubungan AS-Korea Utara di masa depan, sepenuhnya bergantung pada sikap AS.
“Baik itu hidup berdampingan secara damai atau konfrontasi permanen, kami siap untuk keduanya,” ucap Kim Jong-un.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : BBC
- kim jong-un
- korea utara
- amerika serikat
- akur
- donald trump
- korea selatan




