Pengemudi mobil Calya hitam yang ugal-ugalan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, berinisial HM (24) ditetapkan sebagai tersangka. Warga menceritakan kesaksian detik-detik pengemudi mobil ditangkap setelah diamuk massa.
Saksi bernama Wawa (53), warga RT 10 RW 04, Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, mengatakan ia sedang memancing ikan di Kali Ciliwung, tepat di samping lokasi kejadian. Wawa kemudian mendengar keramaian dan suara tembakan.
Seketika dia berlari ke lokasi dan melihat sebuah mobil hitam sedang diamuk massa. Dia mengatakan pengemudi mobil itu akhirnya tidak berkutik setelah mobilnya terjepit sejumlah kendaraan.
"Dia nyari sela. Tabrak mobil ini, mundur. Tabrak mobil ini yang ke kiri, mundur. Nah udah satu lagi mobil Avanza, dia udah nggak bisa ke mana-mana, dia langsung kena kejepit," ujarnya.
"Ke kanannya kejepit mobil Avanza, ke kirinya kena kejepit sama busway, patok busway itu yang item-item itu. Nah di situ udah langsung banyak orang-orang yang udah pada mukulin," lanjut Wawa.
Wawa melihat ada wanita yang dikeluarkan dari mobil itu. Dia juga melihat ada seorang ibu dan anak kecil di mobil tersebut.
"Sudah kelihatan ada ibu-ibu di dalam, jadi dikeluarin sama ada satu wanita, ya kan dikeluarin juga," sambungnya.
Pengemudi mobil saat itu tak berkutik. Polisi pun turut masuk ke mobil untuk melakukan penangkapan terhadap pengemudi.
"Nggak ada dia perlawanan. Kayak orang bengong, syok gitu. Bertambah langsung polisi masuk ke dalam mobil itu," jelas Wawa.
Pengemudi mobil langsung dibawa dari TKP. Wawa mengatakan pelaku didekap untuk dibawa ke kantor Polisi.
"Polisi dua orang. Jadi yang pengemudi itu sama polisi yang satu didekap, yang satu lagi polisi bawain pengemudinya. Jadi dua polisi di dalam mobil itu," ucapnya.
Kronologi Mobil Tabrak-tabrak
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/2) sore. Kendaraan tersebut awalnya dipergoki petugas melaju secara ugal-ugalan di tengah kepadatan Jakarta di sore hari.
"Kemudian disuruh menepi petugas, tapi tidak diindahkan, lalu petugas ikuti, yang bersangkutan masuk ke arah jalan Gunung Sahari IV, jadi ini berputar masuk Gunung Sahari IV," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin.
Bukannya mengurangi kecepatan, HM justru tancap gas. Mobil tersebut melaju ugal-ugalan menyusuri jalanan dan akhirnya dikejar petugas.
"Di sana kemudian di jalan kecil itu kecepatan tinggi sempat terekam dashcam mobil patroli, dari sana kemudian belok kiri ke arah Bungur, masuk yang fatal itu saat masuk Gunung Sahari V, itu jalan one way, yang dari arah Pasar Baru ke Bungur itu satu arah, masuk ke sana banyak kendaraan yang hampir jadi korban karena banyak motor, dan masih kecepatan tinggi," paparnya.
Di perempatan Pasar Baru, HM masuk ke Jalan Budi Utomo secara melawan arah di jalur kanan. Petugas mengejar pelaku yang berkendara secara ugal-ugalan dan berkecepatan tinggi.
"Kemudian petugas berhenti di perempatan, di tengah jalan berputar lagi balik lagi ke perempatan, kemudian di perempatan belok kiri itu sudah dijaga petugas, hampir ditabrak anggota kami, kemudian belok ke arah Ancol disuruh berhenti tetep nggak mau," katanya.
Dari situ pelaku terus melaju ke arah Ancol dan dikejar petugas. Namun, tak jauh dari situ, pelaku menemui kemacetan hingga akhirnya kembali melawan arah dan menabrak-nabrak sejumlah kendaraan.
"Kemudian petugas tetap ikuti, begitu sampai arah Ancol di lampu merah Pintu Besi kemudian sedang kondisi lampu merah, di sana sedang ada antrean, mungkin dia terhalang antrean, tapi dia justru berputar balik lagi ke arah Pasar Baru, di jalur yang sama, bukan pindah jalur, nah itu terjadi sebagaimana terekam kamera," ucapnya.
(idn/idn)





