Bank Panin (PNBN) Cetak Laba Rp2,87 Triliun sepanjang 2025

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Panin Tbk. (PNBN) atau Panin Bank membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp2,87 triliun sepanjang 2025, tumbuh 0,13% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,86 triliun.

Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo menyampaikan pertumbuhan laba bank pada 2025 itu utamanya ditopang oleh peningkatan fee-based income yang tumbuh 3,47% YoY atau sebesar Rp2,30 triliun. 

“Pertumbuhan Laba PaninBank 2025 terutama didukung oleh peningkatan fee-based income yang naik 3,47% atau sebesar Rp2,30 triliun,” kata Herwidayatmo dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (26/2/2026).

Bank Pan Indonesia Tbk - TradingView

Pertumbuhan laba juga didorong oleh pendapatan bunga bersih yang berhasil ditingkatkan dan tercatat tumbuh sebesar 0,19% YoY menjadi Rp8,95 triliun, sejalan dengan meningkatnya pendapatan bunga.

Beban operasional lainnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, beban operasional perseroan menyusut 2,83% YoY menjadi Rp5,02 triliun dari tahun sebelumnya Rp5,16 triliun.

Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang menyusut cukup dalam yakni beban promosi yang turun 49,33% YoY menjadi Rp30,70 miliar dari 2024 yang sebesar Rp60,59 triliun.

Baca Juga

  • Bank Panin (PNBN) Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp2,71 Triliun, Kupon hingga 6,15%
  • Bank Panin (PNBN) Umumkan Direksi dan Komisaris Baru, Ini Profilnya
  • Bank Panin Catat Penurunan Laba Bersih hingga September 2025

Impairment juga turun sebesar 14,79% YoY menjadi Rp1,433 triliun hingga akhir 2025. Pada 2024, impairment Panin Bank tercatat sebesar Rp1,68 triliun.

Laba operasional perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 4,34% YoY menjadi Rp3,92 triliun pada 2025 dari tahun sebelumnya Rp3,76 triliun. Sementara, laba nonoperasional mencapai Rp8,25 miliar setelah pada 2024 membukukan rugi senilai Rp109,42 miliar.

Dari sisi intermediasi, kredit Panin Bank mencapai Rp145,08 triliun. Realisasi itu turun 2,56% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp148,90 triliun. “Pertumbuhan kredit yang diberikan sedikit terhambat dan mencatat penurunan sebesar 2,56% YoY menjadi Rp145,08 triliun,” ungkapnya.

Herwidayatmo menuturkan, kualitas kredit yang diberikan berhasil dikelola dengan baik melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati dan teliti serta mendorong pemulihan kredit yang direstrukturisasi menjadi normal kembali. 

Dengan upaya tersebut non-performing loan (NPL) dapat diperbaiki sehingga NPL gross turun ke level 2,82% dari posisi tahun sebelumnya sebesar 3,05%, dengan NPL net sebesar 1,04%.

Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) Panin Bank mencapai Rp156,91 triliun, meningkat 2,98% YoY dari raihan pada 2024 yang sebesar Rp152,37 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Klaim Kebangkitan Ekonomi dalam Pidato Kenegaraan
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kecelakaan Mobil Putih vs Motor Ninja,  Motor Hancur 
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Dua Rumah di Asrama Polisi Pekanbaru Ludes Terbakar
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Latihan Agni Varsha, AD India Integrasikan Teknologi Canggih
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
IHSG Dibuka Naik 0,35 Persen ke 8.351, Rupiah Menguat Jadi Rp 16.800/Dolar AS
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.