Bos BRI Beri Sinyal Kenaikan Dividen Setelah Cetak Laba Rp57,13 Triliun

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan sinyal kenaikan rasio pembagian dividen kepada para pemegang saham, setelah mencetak laba bersih Rp57,13 triliun pada tahun 2025.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan, penentuan rasio dividen akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR), serta strategi pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

“Jadi memang kalau dalam hal kita menentukan rasio dividen itu, tentunya bank akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalannya, modal atau CAR kita, serta juga rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa yang akan datang,” kata Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Tumbuh Dua Digit

Hery menjelaskan, saat ini kondisi kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI berada di level 23,52%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi pada saat ini kondisi permodalan BRI sangat memadai, sangat kuat. Sebagaimana tadi disampaikan bahwa CAR kita berada di sekitar 23,52%. Angka ini sangat jauh, sangat tinggi dibandingkan dengan apa yang dipersyaratkan oleh regulator,” jelasnya.

Dengan posisi permodalan yang kuat tersebut, Hery menilai perseroan memiliki ruang untuk meningkatkan dividend payout ratio dibandingkan dengan level historis sebelumnya.

“Nah, mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogianya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level historis yang selama ini ada,” ujarnya.

Menurut Hery, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga struktur permodalan tetap optimal, tetapi juga memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Baca Juga: Dirut BRI Hery Gunardi Ungkap Tantangan Kredit Bukan dari Sisi Likuiditas

“Termasuk juga nanti return on equity (ROE) ikut naik. Kalau dividennya lebih besar diberikan, ROE BRI juga akan lebih tinggi,” jelasnya.

Sebagai catatan, pada tahun buku 2024, BRI membagikan total dividen tunai sebesar Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham. Nilai tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp135 per saham atau setara Rp20,33 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Kedua JConnect Ramadan Vaganza 2026 Akan Ada Fashion Show
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Warriors Hancurkan Grizzlies, Spurs Catat 10 Kemenangan Beruntun di NBA
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Skala Besar! Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Perang di Teluk Persia, Libatkan Drone hingga Roket
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Bagi-Bagi THR E-Voucher Rp150 Juta untuk Pengguna MyPertamina, Begini Cara Dapatnya
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Hari Ini 5 Sepeda Motor Dilaporkan Hilang di Surabaya dan Sidoarjo
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.