BKPM Catat Realisasi Investasi Capai USD 120,7 M Sepanjang 2025

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi 2025 yang mencapai USD 120,7 miliar atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan.

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Tirta Nugraha Mursitama, mengatakan nilai tersebut melampaui target, dengan komposisi relatif seimbang antara investasi domestik sebesar 53 persen dan investasi asing 47 persen.

“Realisasi ini menciptakan 2,7 juta lapangan kerja langsung. Salah satu mesin terpenting dari transisi ini adalah hilirisasi,” kata Tirta yang hadir secara daring dalam gelaran The New Calculus for Growth Markets di Nur Corne S28, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).

Tirta menekankan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada inovasi dan kewirausahaan, terutama dalam bidang investasi dan hilirisasi.

Dia menyatakan pendekatan tersebut disebut tercermin dari capaian sektor nikel Indonesia yang dianggap sebagai bukti nyata berjalannya kalkulus makro berbasis kebijakan inovatif.

“Dalam komoditas nikel, nilai ekspor meningkat lebih dari 10 kali lipat, dari sekitar USD 3,3 miliar pada 2018 menjadi lebih dari USD 34 miliar pada 2024. Itulah kalkulus makro yang bekerja, kebijakan sebagai inovasi kapital,”

Menurutnya, strategi hilirisasi bukan sekadar meningkatkan proses pengolahan di dalam negeri, melainkan membangun platform inovasi melalui penciptaan ekosistem industri yang mendorong kebutuhan akan solusi teknologi yang lebih baik.

Strategi tersebut juga diselaraskan dengan agenda transisi energi, karena rantai nilai berikutnya dinilai tidak hanya menuntut peningkatan pemrosesan, tetapi juga proses dan produk yang lebih bersih.

“Kami mengoptimalkan mineral strategis seperti nikel, kobalt, dan oksida dengan mengkonversinya menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi dalam keseluruhan ekosistem, termasuk baterai dan panel surya. Perubahan ini sudah terlihat dalam angka,” kata Tirta.

Dampaknya pun disebut sudah terlihat, dengan industri hilir pada 2025 tumbuh lebih dari 42 persen dan menyumbang lebih dari 30 persen total realisasi investasi. Selain hilirisasi, insentif menjadi pilar kedua strategi.

Pemerintah tercatat telah menggunakan berbagai insentif untuk menarik modal ke sektor berbasis inovasi. Kemudian, reformasi regulasi melalui standardisasi proses perizinan berbasis sistem Online Single Submission (OSS) juga dilakukan sebagai gerbang nasional yang mengintegrasikan layanan lintas kementerian, lembaga, dan tingkat pemerintahan.

“Untuk mewujudkan kalkulus makro ini secara nyata, kami memerlukan institusi yang mampu menerjemahkan strategi menjadi eksekusi yang layak investasi. Inilah alasan dibentuknya Danantara Indonesia,” ucap Tirta.

Danantara pun diklaim sebagai badan pengelola investasi terbesar kelima di dunia dengan pengelolaan aset sekitar USD 1 triliun di ribuan perusahaan lintas sektor ekonomi nasional. Danantara dijelaskan memiliki tiga pilar utama, yakni disiplin dan keberlanjutan, kemitraan kredibel, serta prioritas pengembangan teknologi strategis.

“Danantara dikelola dengan mandat yang jelas dan pada 2025 mengelola sekitar USD 8 miliar dalam bentuk dividen,” sebut Tirta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekap Hasil Liga Champions 2025-2026: Juventus Susul Inter Milan, Real Madrid dan PSG Lolos ke 16 Besar
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Berencana Naikkan Tarif Jadi 15 Persen atau Lebih ke Sejumlah Negara
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Waduh! Roti MBG Jamuran, Wali Murid di Ponorogo Resah 
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Ayah Tewas Dibacok di Samping Istri dan Balitanya: Polisi Periksa 2 Teman Korban
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ruyery Blanco Rajin Cetak Gol, tapi PSBS Masih Terjebak di Papan Bawah BRI Super League
• 16 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.