Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini melemah ke zona merah. IHSG sudah melemah sejak pembukaan perdagangan pagi hingga Kamis sore, 26 Februari 2026.
Berdasarkan data RTI, IHSG turun 86,965 poin atau setara 1,04 persen ke posisi 8.352,262. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.351,361. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.139 dan tertinggi di posisi 8.358.
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 56,527 miliar senilai Rp28,144 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.773,304 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.143.533 kali.
Sore ini, tercatat sebanyak 146 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 568 saham melemah, dan 105 saham lainnya stagnan.
Baca Juga :
Rupiah Naik 41 Poin ke Rp16.759 per USD(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) IHSG sempat diproyeksi naik Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan, IHSG pada perdagangan hari ini masih akan mencoba untuk melanjutkan kenaikan seiring penguatan indeks saham di Amerika Serikat (AS).
"Tapi hati-hati sepanjang belum break di atas 8.450, IHSG masih berpeluang kembali koreksi. Diperkirakan support IHSG 8.250-8.270 dan resist IHSG 8.380-8.450," jelas Fanny dalam analisis hariannya.
Pada perdagangan kemarin (25/2), IHSG ditutup naik 0,5 persen, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp1,18 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, UNTR, ADRO, dan ASII.
Sementara itu, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2), melanjutkan kenaikan yang dipimpin oleh saham teknologi dan menyentuh level tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen, S&P 500 menguat 0,81 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,26 persen.
Di sisi lain, pasar saham Asia menguat pada Rabu (25/2), dipimpin kenaikan saham produsen chip Korea Selatan, di tengah kembalinya optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Seiring, pelaku pasar juga menanti pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump di Washington.
Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melonjak 2,2 persen, dan Topix naik 0,7 persen. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melesat 1,9 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,7 persen, CSI300 China menguat 0,6 persen. Indeks S&P/ASX200 Australia 1,2 persen, meskipun inflasi Januari yang lebih tinggi meningkatkan risiko kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia.




