GURU merupakan ujung tombak sumber daya manusia di bidang pendidikan. Untuk itu, sudah semestinya peningkatan kompetensi guru terutama guru Bahasa Inggris menjadi langkah krusial mencetak generasi muda berdaya saing global di kancah internasional.
“Apalagi di zaman sekarang, Bahasa Inggris merupakan keharusan dan ini menjadi PR bagi tenaga pendidik, agar anak-anak bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan tentunya bisa go international. Semoga program ini berdampak nyata bagi guru dan menjadi berkah bagi pendidikan di Bumi Daranante (Kabupaten Sanggau) ini,” ujar Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena saat penutupan Program Needs Analysis-based Mentoring (NAM) atau Pilot Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Dia juga mengapresiasi dukungan internasional dari University of New England, Australia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kemendiktisainstek, serta Angela Asri Purnamasari (mahasiswa School of Education University of New England) bersama Principal Supervisornya Prof Joshua Matthews yang membagikan ilmu untuk 28 guru Bahasa Inggris di Sanggau selama lebih dari satu bulan sebanyak lima kali pertemuan. “Kami selalu siap menerima program-program positif untuk mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045, khususnya di Bumi Daranante ini,” ungkap Susana.
Baca juga : Guru Bahasa Inggris di Sanggau Ikuti Pelatihan Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan
Sebelumnya, program NAM tersebut disampaikan dosen sekaligus akademisi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Angela Asri Purnamasari, melalui pelatihan bahasa Inggris bagi guru-guru di Sanggau. Program itu bukan hanya jadi bagian penting penelitian doktoralnya di School of Education University of New England, tetapi juga perjalanan yang bermakna dalam pembelajaran bersama, kolaborasi, dan pengabdian meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama Bahasa Inggris.
Bersama Principal Supervisor Prof Joshua Matthews, Angela menjalankan program itu untuk 28 guru Bahasa Inggris terpilih dari Sanggau dibantu tujuh mentor lainnya dari UKI Jakarta, Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, setiap Sabtu sejak 24 Januari hingga 21 Februari 2026 yang difasilitasi Bapenda dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau.
“Saya sangat terharu dan bersyukur. Saya tak pernah membayangkan kami dapat melaksanakan dan menyelesaikan NAM Pilot Program ini dengan baik dan sukses bersama-sama,” ucap Angela.
Baca juga : Pelatihan Dorong Pengembangan Standar Manajemen Kompetitif dan Berdaya Saing
Dosen UKI Jakarta ini berterima kasih kepada Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sanggau Wellem Suherman, dan Kepala Dinas Pendidikan Sanggau Alipius yang mendukung program Pilot Mentoring tersebut.
Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan terjalin kemitraan yang semakin kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah, sehingga membawa dampak berkelanjutan bagi guru, siswa, dan masa depan pendidikan Indonesia.
Alumni SMP Sugiyopranoto dan SMA Negeri 1 Sanggau itu menegaskan guru adalah jantung dari program tersebut. Karena itu, keterbukaan untuk belajar, merefleksikan diri, bertumbuh, dan berkolaborasi menunjukkan komitmen mendalam dalam mendidik siswa dan masa depan pendidikan di Kabupaten Sanggau.
“Bapak dan Ibu guru Bahasa Inggris bukan sekadar peserta dalam sebuah penelitian, tetapi juga pelopor gerakan pengembangan profesional yang berkelanjutan,” tutupnya.(H-2)





