Bisnis.com, JAKARTA — Pertamina New & Renewable Energy (NRE) memberi sinyal akan membatalkan rencana investasi pengembangan lapangan panas bumi di Kenya dengan Geothermal Development Company (GDC).
Pada 2024 lalu, Pertamina NRE lewat anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bakal bekerja sama dengan GDC pengembangan lapangan panas bumi Suswa di Wilayah Narok, Kenya. PGEO diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$200 juta untuk mengembangkan lapangan dengan potensi panas sebesar 100-300 megawatt (MW).
PGEO dan GDC telah menandatangani non-disclosure agreement terkait pengembangan Lapangan Suswa pada September 2023. Adapun, GDC merupakan pengembang panas bumi yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Kenya.
Terkait perkembangan kerja sama tersebut, Direktur Utama Pertamina NRE John Anies mengatakan bahwa pihaknya melihat investasi di Kenya tak menguntungkan. Oleh karena itu, pihaknya menarik diri.
"Jadi begitu kami hitung dengan apa yang mereka tawarkan, dengan resource-resource yang ada, kami merasa investasinya kurang bagus," ucap John kepada Bisnis dikutip Kamis (26/2/2026).
Dia menegaskan bahwa dalam berinvestasi, pihaknya harus melihat bahwa proyek yang ditawarkan cukup ekonomis. Oleh karena itu, pihaknya bakal mencari proyek lain yang berpotensi lebih menguntungkan.
"Jadi kami akan mencari yang lain saja, di tempat lain yang lebih menarik," kata John.
Asal tahu saja, pada 2024 lalu PGEO bersama GDC memang berencana menjalin kerja sama untuk mengincar kepemilikan mayoritas dalam pengembangan lapangan panas bumi di Kenya.
Direktur Utama PGEO saat itu, Julfi Hadi, menekankan bahwa dalam pengembangan panas bumi, perseroan selalu menginginkan kepemilikan mayoritas.
"PGEO selalu minta single majority," ujar Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi kepada Bisnis di sela-sela agenda Indonesia Africa-Forum (IAF) 2024 pada September 2024.
Namun demikian, Julfi menuturkan, aspek bisnis tersebut baru akan dibahas setelah PGEO melakukan uji tuntas atau due diligence terhadap proyek tersebut.
Baca Juga
- Pertamina Geothermal (PGEO) Incar Kepemilikan Mayoritas di Blok Panas Bumi Kenya
- PGEO Jajaki Implementasi Flow2Max di Filipina, Mulai Roadshow Global





