Industri Melambat Jelang Ramadan, Subsektor Alat Angkut Jadi Penopang

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2026 sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 50,04. Industri percetakan dan alat angkut mencatat nilai IKI tertinggi. 

“IKI Februari ini melambat sebesar 0,10 poin dibandingkan dengan IKI bulan Januari sebesar 54,12. Dibandingkan dengan IKI Februari tahun 2025, angka ini meningkat 0,87 poin dibandingkan IKI Februari tahun lalu sebesar 53,15,” kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (26/2). 

Menurut Febri, Ramadan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan industri. Hal ini sebab, utilisasi sejumlah sektor produksi meningkat dalam memenuhi permintaan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Kemenperin mencatat, IKI Februari ditopang oleh 19 subsektor industri yang berada di zona ekspansif dengan kontribusi terhadap PDB industri mencapai 92,9%. Kondisi ini membuat indeks tetap terjaga di atas level 50.

Dua subsektor dengan capaian tertinggi adalah industri percetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI 18) serta industri alat angkut lainnya (KBLI 30).

Menurut Febri, tingginya kinerja industri percetakan tidak lepas dari meningkatnya aktivitas industri makanan dan minuman menjelang hari besar keagamaan. Permintaan produk makanan dan minuman biasanya melonjak satu hingga dua bulan sebelum Ramadan dan Idulfitri.

“Utilisasi dan permintaannya naik untuk memenuhi kebutuhan kemasan,” katanya.

Industri Kayu Mengalami Kontraksi

Sebaliknya, terdapat empat subsektor yang mengalami kontraksi, yakni industri kayu dan barang dari kayu (KBLI 16), industri barang galian bukan logam (KBLI 23), industri komputer, barang elektronik dan optik (KBLI 26), serta industri reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan (KBLI 33).

Dilihat dari komponen penyusunnya, pesanan baru industri naik tipis 0,07 poin menjadi 54,34. Angka ini termasuk yang tertinggi dalam 40 bulan terakhir. Persediaan barang juga meningkat 0,11 poin menjadi 50,25.

Namun, produksi justru melambat 0,51 poin menjadi 54,35. Penurunan di sisi produksi ini membuat kenaikan IKI secara keseluruhan menjadi terbatas.

Optimisme Enam Bulan ke Depan Menguat

Optimisme pelaku usaha terhadap prospek enam bulan ke depan juga menunjukkan tren positif. Febri mengatakan, sebanyak 73,5% pelaku usaha menyatakan optimistis, naik 1 poin persentase dibanding bulan sebelumnya. Sementara yang menyatakan stabil sebesar 22,6% dan yang pesimistis turun menjadi 3,9%.

Kemenperin menilai sejumlah indikator makroekonomi masih mendukung kinerja manufaktur. Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,1% pada 2026, setelah tumbuh 5% pada 2025.

Di sisi global, pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan berada di kisaran 3,2–3,3% hingga 2027. Inflasi domestik pada Januari 2026 tercatat 3,55%, sementara suku bunga acuan berada di level 4,75%.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 54, Hari Ini Kamis 26 FEBRUARI 2026: Pernikahan Dirahasiakan, Jordan Hancur Saat Dimitri Antar Undangan
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Guru Honorer Rangkap Jabatan Sudah Dikeluarkan dari Rutan
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus Bea Cukai
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil dan Perjalanan Karier Alex Noerdin, Eks Gubernur Sumsel Meninggal Dunia
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.