Apakah Pengembangan AI Tiongkok Sepenuhnya Didasarkan pada “Pencurian”? DeepSeek Menggunakan Chip Nvidia Blackwell

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Industri AI global berkembang pesat, namun teknologi terdepan Amerika Serikat justru menjadi sasaran. Baru-baru ini, sebuah model AI pembuat video diduga melakukan pelanggaran besar terhadap hak kekayaan intelektual. Selain itu, perusahaan AI AS menuduh tiga perusahaan AI Tiongkok melakukan “distilasi model” secara masif. 

Berikut laporan langsung dari koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.

Zhang Liang (NTD)

Setelah Disney, Motion Picture Association pada 22 Februari 2026 mengirimkan surat yang menuduh perusahaan Tiongkok ByteDance. Model AI pembuat video yang baru  ByteDance, Seedance 2.0, dituding dengan sengaja mencuri kekayaan intelektual dan melakukan “pelanggaran sistematis”.

Model tersebut membuka karakter dari berbagai waralaba—termasuk Star Wars dan Marvel—sebagai materi gratis yang diperlakukan seolah-olah berada di domain publik, sehingga memicu ketidakpuasan besar industri film dan televisi Amerika. Raksasa Hollywood seperti Paramount Pictures, Warner Bros., dan Sony disebut sebagai pihak yang dirugikan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan Tiongkok juga dituduh memanfaatkan teknik yang dikenal sebagai “distilasi model” untuk melatih model mereka sendiri.

Perusahaan AI Anthropic menuduh tiga perusahaan AI Tiongkok—termasuk MiniMax—membuat sekitar 24.000 akun palsu untuk mengeruk data keluaran dari model Claude dalam skala besar. Langkah ini disebut memungkinkan perusahaan Tiongkok menghindari pembatasan ekspor chip canggih AS dan melatih model mereka sendiri.

CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis bahwa teknologi AI berbahaya dan tidak seharusnya dijual kepada PKT, karena dapat dimanfaatkan untuk membangun negara pengawasan totaliter.

Sementara itu, OpenAI baru-baru ini menyerahkan memo kepada Komite Khusus DPR AS tentang PKT (House Select Committee on the CCP), yang secara langsung menuding perusahaan Tiongkok DeepSeek melakukan pencurian teknologi.

Menurut laporan Reuters, model terbaru DeepSeek yang akan dirilis diduga dilatih menggunakan chip NVIDIA Blackwell yang berada di bawah pembatasan ekspor AS. 

Komentar Bloomberg menilai bahwa kemampuan DeepSeek mencapai hasil mencengangkan dengan biaya sangat rendah bukan karena terobosan algoritmik, melainkan karena mencuri model-model canggih AS—yang menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan keunggulan kompetitif Amerika Serikat. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan di Papua Selama Ramadan
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Polda Metro Gagalkan Peredaran 35 Cartridge Etomidate, Dibungkus Plastik Ferrari
• 23 jam laludisway.id
thumb
Proliga 2026 Seri Bogor Putaran 2 Digelar Malam Ini, Tim Megawati Hadapi Tim Papan Atas Klasemen
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
OJK Luncurkan Indonesia–UK Working Group untuk Perkuat Pembiayaan Iklim
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sudah Pre-Order, Ini Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.