San Francisco (ANTARA) - Raksasa cip Amerika Serikat (AS), Nvidia, pada Rabu (25/2) melaporkan rekor pendapatan sebesar 68,1 miliar dolar AS untuk kuartal keempat (Q4) yang berakhir pada 25 Januari 2026, naik 20 persen dari kuartal sebelumnya dan 73 persen dari setahun yang lalu.
Untuk tahun fiskal 2026, pendapatan perusahaan itu mencapai 215,9 miliar dolar AS, meningkat 65 persen dari setahun sebelumnya.
Untuk kuartal tersebut, laba bersih berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum (generally accepted accounting principle/GAAP) dan non-GAAP masing-masing sebesar 42,96 miliar dolar AS dan 39,55 miliar dolar AS. Untuk tahun fiskal 2026, laba bersih GAAP dan non-GAAP masing-masing sebesar 120,07 miliar dolar AS dan 117 miliar dolar AS.
"Permintaan daya komputasi tumbuh secara eksponensial, titik balik AI yang berorientasi pada agen telah tiba," kata pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang.
Untuk tahun fiskal 2026, pendapatan perusahaan itu mencapai 215,9 miliar dolar AS, meningkat 65 persen dari setahun sebelumnya.
Untuk kuartal tersebut, laba bersih berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum (generally accepted accounting principle/GAAP) dan non-GAAP masing-masing sebesar 42,96 miliar dolar AS dan 39,55 miliar dolar AS. Untuk tahun fiskal 2026, laba bersih GAAP dan non-GAAP masing-masing sebesar 120,07 miliar dolar AS dan 117 miliar dolar AS.
"Permintaan daya komputasi tumbuh secara eksponensial, titik balik AI yang berorientasi pada agen telah tiba," kata pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang.




