WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kemenkes akan menggencarkan imunisasi MR anak PAUD/TK mulai pekan depan sebagai respons notifikasi WNA terpapar campak dari Australia.
  • Penguatan imunisasi meliputi program kejar MR dan MR tambahan pada wilayah dengan cakupan rendah atau KLB.
  • Data 2025 menunjukkan 116 KLB campak di 16 provinsi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan penanganan kasus.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menggencarkan imunisasi measles rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan. Langkah ini dilakukan setelah adanya notifikasi dari Australia terkait warga negara asing (WNA) yang terpapar campak usai melakukan perjalanan ke Indonesia.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan penguatan imunisasi menjadi respons untuk menekan risiko penularan sekaligus meningkatkan perlindungan pada kelompok anak.

“Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Kemudian pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025–2026. MR tambahan ini merupakan crash program,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/3/2026).

Selain imunisasi kejar, Kemenkes juga menargetkan peningkatan cakupan di wilayah dengan angka penolakan vaksin yang masih tinggi. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi profesi untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya imunisasi.

Data Kemenkes menunjukkan pada 2025 terdapat 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi laboratorium di 89 kabupaten/kota yang tersebar di 16 provinsi. Total kasus suspek mencapai 63.769 dengan 11.094 di antaranya terkonfirmasi laboratorium.

Dari jumlah tersebut, tercatat 69 kematian dengan fatality rate sebesar 0,1 persen. Lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Memasuki 2026, Kemenkes mencatat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi, serta 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium di 9 kabupaten/kota yang tersebar di 6 provinsi.

Hingga minggu ke-7 tahun ini, terdapat 8.224 kasus suspek termasuk 572 kasus terkonfirmasi laboratorium. Empat kasus dilaporkan meninggal dengan fatality rate 0,05 persen.

Adapun lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2026 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

Selain percepatan imunisasi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan tata laksana penanganan campak, mulai dari isolasi pasien, pemberian obat serta vitamin A, hingga kesiapan rumah sakit apabila muncul komplikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Locatelli Kecewa Berat Juventus Disingkirkan Galatasaray
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Rasa Legenda Vol. 2 Hadirkan Warisan Kuliner Nusantara Terinspirasi Kehidupan Suku Baduy
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemenhut minta usulan mangrove FOLU Kalsel 2026 lebih selektif
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Sudah Disidang Adat Toraja, Proses Hukum di Polri Tetap Lanjut?
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Raja Yordania Sambut Prabowo: Ramadan Mubarak, Saudaraku Tersayang
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.