BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali memastikan belum ada laporan terkait tindakan anarkis massa dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B-2660-UYM milik Mulyadi (55) dengan sejumlah pengendara motor.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi di dekat Ruko Bekasi Mas, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (25/2/2026).
“Untuk sementara belum ada laporan polisi terhadap tindakan anarkis yang dilakukan pelintas,” ujar Rojali saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Polisi Lepaskan Tembakan Saat Kejar Pengemudi Calya Lawan Arah, Mengapa?
Rojali menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota yang dikemudikan Mulyadi melaju dari arah Islamic Centre (selatan) menuju arah Pemerintah Kota Bekasi (utara).
“Setibanya di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai Mulyadi tiba-tiba oleng ke kiri hingga membentur juru parkir atas nama Jumi (56) dan barier beton,” kata Rojali.
Menurut dia, sebagian badan mobil sempat naik ke trotoar. Saat hendak mundur, kendaraan tersebut justru membentur sepeda motor Honda Supra 125 yang dikendarai Suyatno dan Vario 160 yang dikendarai Aditya Heri Pratama.
Rojali mengatakan, Toyota Avanza kemudian kembali mencoba melaju ke depan. Namun kendaraan kembali oleng ke kanan hingga membentur sepeda motor milik Fandi Satia Engge dan Honda Beat yang dikendarai Firman Afala.
“Akibat dari kejadian tersebut, Jumi mengalami luka berat. Korban kemudian dibawa ke RS Hermina Kota Bekasi. Dan sejumlah kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah,” ujar Rojali.
Keempat sepeda motor yang terlibat sempat diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk kepentingan pendataan.
Baca juga: Toyota Avanza Oleng Tabrak 4 Motor di Bekasi, Massa Mengamuk Rusak Mobil
Meski sempat viral dan memicu amarah warga, kasus kecelakaan tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Para pihak yang terlibat memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Semuanya sepakat bermusyawarah dan tidak akan membuat Laporan Polisi,” kata Rojali.
Sebagai informasi, peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lbj_jakarta dan menuai beragam komentar warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga berhenti untuk melihat kondisi kecelakaan. Tak lama kemudian, massa berkumpul dan meluapkan emosi dengan merusak bagian mobil Toyota tersebut.
Beberapa orang terlihat mematahkan wiper, merusak spion, membawa batu, hingga berupaya memecahkan kaca mobil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




