Yogyakarta: PSIM Yogyakarta bakal bertandang menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan Super League di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta pada Jumat malam, 27 Februari 2026. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel mengeluhkan singkatnya jeda pertandingan yang harus dijalani timnya.
"Persiapan kami sangat pendek karena jeda dengan pertandingan sebelumnya satu hari saja. Ketika melihat jadwalnya menjadi pendek ini jadi game yang berat," kata van Gastel di Stadion Maguwoharjo pada Kamis, 26 Februari 2026.
Mepetnya jeda antarpertandingan itu dibarengi dengan rentetan pertandingan tanpa kemenangan yang dialami PSIM. Sebelum laga nanti, PSIM baru saja bermain imbang 3-3 saat menjamu Bali United pada 23 Februari lalu. Meski sempat tertinggal 0-3, mereka mampu bangkit dan memaksakan hasil imbang di akhir pertandingan.
Baca Juga :
Tertinggal 0-3, PSIM Bangkit Tahan Bali United 3-3 di BantulSebelum lawan Bali United, mereka secara beruntun mencecap hasil mengecewakan. Setelah tumbang 0-3 dari Persebaya di kandang, PSIM kembali catatan hasil minor, kalah 1-2 di kandang Borneo FC, serta imbang 0-0 dengan Persis Solo dan 2-2 dengan Persik Kediri.
Van Gastel mengatakan PSBS dipastikan akan memberikan perlawanan keras karena berada tepat di atas zona degradasi. Dengan koleksi 18 poin, nilai mereka sama dengan Persijap Jepara yang berada tepat di bawahnya. Kini, PSBS dibesut pelatih baru, Marian Mihail.
"Setiap pelatih baru datang membuat perasaan pemain ada perubahan. Namun gaya permainan setelah saya amati tidak begitu berubah. Biak sedang berjuang di atas zona degradasi sehingga game begitu penting bagi Biak," kata van Gastel.
Sesi konferensi pers PSBS Biak. Dokumentasi/Media Ofisial PSIM
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail merasa bernostalgia karena pernah membesut PSS Sleman beberapa musim lalu saat masih di Liga 1. Terlepas hal itu, ia menilai laga melawan PSIM yang kini berada di peringkat delapan klasemen sementara tidak akan berjalan mudah.
"Tekanan ada pada kami karena berada di peringkat bawah. Pertandingan besok penting bagi kami," ujarnya.
Mihail menilai PSIM merupakan tim yang memiliki penguasaan teknik yang baik dan bermain disiplin. Meski demikian, Mihail merasa anak asuhnya memiliki jeda waktu lebih panjang karena laga terakhir dengan hasil 1-1 melawan Persis Solo terjadi pada 21 Februari lalu.
"Sepak bola itu tidak di atas kertas, kita akan lihat apa yang akan terjadi di lapangan. Persiapan kami cukup baik, berharap para pemain bisa menjalankan apa yang direncanakan," ujarnya.




