7 Tips Mendaki Gunung saat Puasa agar Tetap Bugar dan tidak Dehidrasi

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

MENDAKI gunung saat menjalankan ibadah puasa merupakan tantangan ganda yang menguji ketahanan fisik sekaligus spiritual. Di tahun 2026 ini, tren "Ramadan Summit" semakin diminati oleh para pecinta alam yang ingin mencari ketenangan di ketinggian tanpa meninggalkan kewajiban agama.

Namun, mendaki dalam kondisi perut kosong dan tanpa asupan cairan selama belasan jam memerlukan strategi yang jauh berbeda dibandingkan pendakian biasa.

Kunci utama dari keberhasilan pendakian saat puasa bukan terletak pada kekuatan otot, melainkan pada manajemen energi dan hidrasi yang presisi.

Baca juga : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Soroti Tawuran Sarung saat Ramadan, Tekankan Pendekatan Ramah Anak

Tanpa perencanaan yang matang, risiko dehidrasi berat dan heatstroke mengintai di balik jalur pendakian yang terjal.

Strategi Pemilihan Waktu dan Rute

Salah satu kesalahan fatal pendaki pemula saat Ramadan adalah memaksakan pendakian di siang hari di bawah terik matahari. Pilihan terbaik adalah melakukan pendakian malam (night hiking).

Dengan mendaki setelah berbuka puasa, Anda memiliki akses langsung ke air minum dan cadangan energi dari makanan. Suhu udara malam yang dingin juga mencegah tubuh kehilangan cairan secara berlebih melalui keringat.

Baca juga : Uhamka Gelar Ramadan Youth Camp 2026 demi Lahirkan Kepemimpinan Muda

Jika terpaksa mendaki di siang hari, pilihlah gunung dengan jalur yang didominasi hutan tropis yang rapat (vegetasi tertutup). Hindari gunung dengan jalur terbuka dan berbatu yang memantulkan panas matahari secara langsung.

Pastikan Anda sudah mengenal medan agar risiko tersesat di malam hari dapat diminimalisir.

Manajemen Nutrisi Sahur untuk Energi Jangka Panjang

Apa yang Anda konsumsi saat sahur menentukan performa Anda di jalur pendakian. Hindari makanan yang terlalu asin atau pedas karena akan memicu rasa haus lebih cepat.

Fokuslah pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau ubi jalar yang melepaskan energi secara perlahan (slow release).

Jangan lupakan asupan lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan, serta protein tinggi untuk menjaga massa otot.

Untuk hidrasi, gunakan rumus 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam (termasuk saat pendakian malam), dan dua gelas saat sahur. Penambahan elektrolit atau oralit sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan mineral tubuh agar tidak mudah kram.

Tips Tambahan: Manajemen Suhu Tubuh

Gunakan pakaian dengan teknologi quick-dry yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika matahari mulai menyengat, gunakan topi rimba dan oleskan tabir surya. Menjaga suhu tubuh tetap stabil akan sangat membantu menghemat penggunaan cairan di dalam tubuh.

Teknik Pendakian "The Turtle Pace"

Saat berpuasa, tubuh bekerja dalam mode hemat energi. Gunakan teknik langkah kecil yang konsisten (pacing). Hindari gerakan eksplosif atau terburu-buru yang dapat meningkatkan detak jantung hingga ke zona anaerobik.

Jika detak jantung terlalu tinggi, tubuh akan membakar glikogen secara cepat, yang berujung pada rasa lemas (bonking) sebelum mencapai puncak.

Terapkan "Micro-Rest" yaitu berhenti sejenak selama 30 detik setiap 15-20 menit berjalan untuk menormalkan napas tanpa membiarkan otot menjadi dingin.

Teknik ini jauh lebih efektif daripada berjalan cepat lalu beristirahat lama, yang justru akan membuat kaki terasa berat untuk melangkah kembali.

Peralatan Pendukung yang Wajib Dibawa

Mendaki saat puasa membutuhkan perhatian ekstra pada perlengkapan. Berikut adalah daftar barang yang tidak boleh terlewatkan:

Peralatan Fungsi Utama Headlamp & Baterai Cadangan Penerangan utama untuk strategi pendakian malam. Thermal Blanket Mencegah hipotermia saat beristirahat di ketinggian. Smartwatch/Heart Rate Monitor Memantau intensitas fisik agar tidak berlebihan. Peralatan Masak Ringkas Memastikan makanan sahur dan berbuka tetap hangat. People Also Ask (FAQ) 1. Apakah mendaki gunung saat puasa aman bagi pemula?

Sangat disarankan bagi pemula untuk memilih gunung dengan durasi pendakian pendek (di bawah 4 jam) dan jalur yang sudah sangat jelas untuk menghindari kelelahan ekstrem.

2. Gunung apa yang cocok untuk didaki saat puasa di Indonesia?

Gunung dengan ketinggian moderat dan vegetasi teduh seperti Gunung Andong di Magelang, Gunung Papandayan di Garut, atau Gunung Gede via Jalur Putri sangat direkomendasikan.

3. Bagaimana cara mengatasi haus yang sangat hebat saat mendaki di siang hari?

Basahi kain atau buff dengan air dingin, lalu usapkan ke leher, lipatan tangan, dan wajah. Ini membantu menurunkan suhu inti tubuh secara instan dan mengurangi persepsi haus di otak.

4. Kapan waktu terbaik untuk sampai di puncak?

Targetkan sampai di puncak menjelang waktu berbuka (jika mendaki sore) atau sesaat setelah subuh untuk menikmati pemandangan sebelum matahari mulai menyengat.

5. Apa tanda tubuh mengalami dehidrasi berat dan harus membatalkan puasa?

Jika Anda mengalami pusing hebat (vertigo), urin berwarna gelap pekat, denyut nadi sangat cepat saat diam, dan hilangnya kemampuan berkonsentrasi. Dalam kondisi medis darurat, keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang diperbolehkan dalam syariat.

Kesimpulan

Mendaki gunung saat puasa bukanlah hal yang mustahil jika dilakukan dengan ilmu dan persiapan yang tepat.

Dengan mengatur waktu pendakian, menjaga nutrisi sahur, dan menerapkan teknik berjalan yang efisien, Anda tetap bisa meraih puncak tanpa harus mengorbankan kesehatan atau ibadah Anda.

Selalu ingat untuk mendengarkan sinyal tubuh dan jangan memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik saat berpuasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LPDP, Privilese, dan Krisis Etika: Pelajaran dari Kasus Dwi Sasetyaningtyas
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mandiri Sekuritas Pastikan Calon Emiten Penuhi Free Float 15%, Ini Plus Minusnya
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas Menyala Lagi, Ini Ramalan Kapan Tembus US$ 6.000
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kawasan Industri di Jabodetabek Incaran Baru Investor, Ini Penyebabnya
• 1 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Jangan Salah Ambil Cuti! Ini Strategi Bikin Libur Lebaran 2026 Lebih Panjang
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.