Pengiriman ini menandai tahapan penting dalam transisi menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur.
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melaksanakan pengiriman perdana atau first shipment 44,04 Kg dore untuk proses pemurnian di fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Pengiriman ini menandai tahapan penting dalam transisi menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan proses pemurnian ini merupakan langkah dinamis yang cepat, sebelum masuk dalam tahap komersial dan memastikan hasil dari Tambang Emas Pani terjamin kualitasnya.
"Pengiriman dore untuk pemurnian ini mempertegas kesiapan operasional Pani. Kami fokus memastikan produksi emas berjalan disiplin dan sesuai target tahun ini. Selain itu, perusahaan mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) guna mencapai produksi yang lebih tinggi dan optimal,” ujar Boyke dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).
Proses pemurnian dore adalah tahap akhir dalam pengolahan emas untuk memisahkan emas murni dari perak dan logam lainnya dalam batangan dore melalui metode kimia atau elektrolisis.
Proses ini menghasilkan emas dan perak murni. Perseroan menargetkan produksi emas Pani Gold Mine pada tahun 2026 sebesar 110 ribu–115 ribu ounces.
Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, EMAS juga melakukan percepatan pembangunan fasilitas CIL, yang akan melengkapi operasi heap leach dan menjadi kunci pencapaian produksi optimum sekitar 500 ribu ounce emas per tahun.
Integrasi heap leach dan CIL dirancang untuk secara bertahap meningkatkan output menuju kapasitas jangka panjang yang
signifikan.
Dalam pengelolaanya, Boyke memastikan EMAS berkomitmen menjalankan operasi tambang yang bertanggung jawab sesuai prinsip Good Mining Practices (GMP) serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang tinggi.
"Dengan sumber daya lebih dari 7 juta ounces dan profil biaya yang kompetitif, Pani diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan produksi dan arus kas Grup Merdeka dalam beberapa tahun mendatang," kata dia.
(NIA DEVIYANA)




