Aceh Barat: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1,2 hektare di Desa Peunaga Cut Ujong dan Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, pada 23-24 Februari 2026 sudah padam. Api berhasil dipadamkan usai hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari.
“Alhamdulillah, dua titik lokasi ini sepenuhnya padam sejak dilanda hujan lebat sejak dua hari belakangan ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronald, dikutip dari Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Sebelumnya, kebakaran lahan terjadi di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Senin, 23 Februari 2026. Di lokasi ini, luas lahan yang terbakar mencapai 0,5 hektare.
Baca Juga :
Aceh Barat Cabut Status Darurat KarhutlaUpaya pemadaman yang dilakukan petugas berhasil menjinakkan api di sejumlah lokasi lahan yang terbakar. Keberhasilan ini semakin terbantu dengan guyuran hujan di area tersebut. Kebakaran lahan di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo juga telah sepenuhnya padam karena terbantu dengan guyuran hujan lebat.
Sebelumnya, petugas BPBD Aceh Barat telah melakukan penyekatan api di lokasi kebakaran lahan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar.
Teuku mengatakan kebakaran tersebut sebelumnya diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat. Petugas juga menemukan adanya lokasi api melalui pemantauan aplikasi lancang kuning dan SiPongi+.
Karhutla di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa
BPBD Aceh Barat telah mengerahkan personel untuk melakukan upaya pemadaman api. Hal ini dilakukan dengan harapan kobaran api segera dapat dikendalikan dan dipadamkan agar tidak meluas ke lahan lainnya.
Dampak dari kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Desa Ujong Tanjong dan Peunaga Cut Ujong juga telah merusak vegetasi tanaman dan menimbulkan asap.
Ia menyebutkan unsur yang beberapa hari belakangan ini terlibat dalam proses pemadaman karhutla, di antaranya personel dari BPBD Aceh Barat, personel Damkar Regu III Pos Meureubo, TNI, Polri, dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.




