Jaecoo Indonesia memastikan harga SUV listrik Jaecoo J5 EV untuk tahun 2026 masih dipertahankan di bawah Rp 300 juta. Meski demikian, pabrikan juga menawarkan skema lock price bagi konsumen untuk mengantisipasi perubahan harga imbas keetetapan insentif yang belum jelas.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengatakan saat ini harga J5 EV masih berada di angka Rp 299,9 juta. Angka tersebut masih sama seperti yang ditawarkan sebelumnya kepada konsumen.
Menurut Ilham, strategi mempertahankan harga dilakukan sambil menunggu kepastian kebijakan insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Di sisi lain, Jaecoo juga menyiapkan skenario apabila terjadi perubahan harga akibat penyesuaian regulasi.
“Harganya masih sama. Jadi saat ini kita masih memberikan harga yang sama. Itu masih harga di bawah Rp 300 juta, di Rp 299,9 juta,” ujar Ilham saat ditemui di Kebon Jeruk, Rabu (26/2/2026).
Ia menjelaskan, Jaecoo juga menawarkan program lock price sebagai bentuk perlindungan harga bagi konsumen yang sudah melakukan pemesanan lebih awal. Melalui skema tersebut, konsumen tidak perlu menambah biaya apabila nantinya terjadi kenaikan harga kendaraan.
“Nah lock price itu kita berikan sebagai penawaran. Misalkan konsumen mau ngambil atau nanti kalaupun ada kebijakan, misalnya insentif dihapus atau tidak dilanjutkan, ketika ada kenaikan dia tidak perlu lagi menambah biayanya,” jelasnya.
Ilham menambahkan, program lock price yang sebelumnya hanya berlaku hingga akhir 2025 kini kembali diperpanjang untuk tahun ini. Dengan demikian, konsumen masih dapat memanfaatkan skema tersebut melalui jaringan diler Jaecoo.
“Ada diperpanjang, kita tetap berikan lock price-nya. Jadi teman-teman diler nanti yang akan memberikan penawarannya,” kata Ilham.
Adapun nilai lock price yang ditawarkan untuk model tahun 2026 meningkat dibandingkan sebelumnya. Pada 2025 konsumen cukup membayar Rp 8 juta untuk mengunci harga, kini nilainya menjadi Rp 10 juta.
“Sekarang lock price Rp 10 juta untuk 2026. Kalau 2025 itu kan lock price-nya Rp 8 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ilham menyebutkan pengiriman unit Jaecoo J5 EV pembelian Januari akan dijadwalkan kepada konsumen mulai April 2026. Saat ini Jaecoo masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik yang dapat mempengaruhi harga jual.
“Unit itu baru akan dimulai pengiriman di bulan April. Karena kan kita masih berharap akan ada kepastian insentif dalam waktu dekat,” katanya.
Meski demikian, Ilham menegaskan Jaecoo akan tetap berupaya menjaga daya tarik produk bagi konsumen di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tingginya minat pasar terhadap model SUV listrik yang mereka tawarkan.
“Pokoknya dari kita ingin terus memberikan yang terbaik untuk konsumen. Karena keinginan konsumen terhadap produk kita juga masih tinggi,” tuntasnya.





