Dedi Mulyadi Tarik Pinjaman Rp2 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Jabar

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi berencana mengajukan pinjaman Rp2 triliun guna membiayai sejumlah proyek infrastruktur.

Dedi Mulyadi mengatakan pinjaman ini untuk menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur besar dengan masa cicilan selama dia menjabat sebagai Gubernur.

"Saya jujur saja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp2 triliun, tetapi hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar," katanya, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Selain untuk pembangunan infrastruktur, keputusan meminjam modal juga disebabkan karena adanya beban fiskal akibat berkurangnya dana transfer ke daerah hingga mencapai Rp2,458 triliun pada 2026.

"Nanti ada beberapa tempat yang kita bangun [infrastruktur] dengan biaya yang relatif lumayan, dan terus-terang saja untuk mewujudkan itu alokasi Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun," katanya.

Mengenai infrastruktur yang akan dibangun melalui uang pinjaman, di antaranya underpass dan jembatan layang (flyover) hingga jalur Puncak Dua.

Baca Juga

  • Garut Tagih Janji Pemprov Jabar Bangun Pelabuhan di Pantai Selatan
  • Pemprov Jabar Siapkan 60 Posko Rest Area Pemudik Sampai 6 Jembatan Darurat
  • Gaduh Opsen Pajak Kendaraan, KDM: Jabar Sejak Awal 2026 Pilih Relaksasi

"Pemda Jawa Barat pinjam uang untuk tadi tuh Puncak dua, bikin underpass, bikin jembatan layang yang proyek-proyek besar kan itu, dan nanti ada beberapa, Cimahi tidak macet lagi karena sudah ada underpass," katanya.

Meski demikian, KDM menegaskan bahwa pinjaman modal kali ini hanya berlaku selama masa kepemimpinannya berlangsung atau hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2030 mendatang.

"Itu dicicilnya sampai 2030, selamasaya memimpin, tidak boleh lebih," katanya.

Sumber pinjaman modal untuk pembangunan infrastruktur dan menutupi kekurangan fiskal tahun 2026 berasal dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR).

"Dari Bank BJB," ujarnya singkat.

Selain akan membangun underpass dan jembatan layang, Dedi mengungkapkan di tahun ini pemerintah melalui bantuan pihak swasta akan melaksanakan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan anyar.

"Nanti sebentar lagi di 2027 kita tidak akan lagi mengalami kemacetan di Padalarang karena mulai April ini ada pembebasan lahan," katanya.

Ada pun pembebasan lahan untuk mengurai kemacetan dikatakan akan dimulai dari terminal Woosh melingkar ke Kota Baru Parahyangan hingga Cipatat.

"Dan nanti dibangunnya oleh Kota Baru Parahyangan, jadi saya tidak ngeluarin lagi biaya," pungkasnya.

Sekda Jabar Herman Suryatman memastikan kepada Bisnis bahwa rencana pinjaman daerah ini tengah dibahas TAPD Pemprov Jabar.

"Sedang kita kaji," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soroti Dugaan Kekerasan Seksual Atlet, Anggota Komisi X DPR Dukung Menpora Buka Saluran Pengaduan
• 25 menit lalurepublika.co.id
thumb
Kasatgas PRR Fokus Percepat Pemulihan di Wilayah Prioritas Pascabencana
• 55 menit lalukumparan.com
thumb
Bawa Kapak dan Parang ke Kampus, Mahasiswa UIN Suska Riau Jadi Tersangka Pembacokan Mahasiswi
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamendagri Sentil Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Kaltim: Efisiensi Jangan Sekadar Slogan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Perempuan yang Sering Tak Bayar Makan Akhirnya Ditangkap, Dirujuk ke RSKD Duren Sawit
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.