Korps Marinir Tegaskan Pelatihan Komcad Bukan untuk Ubah ASN Jadi Prajurit Aktif

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) menegaskan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai prajurit aktif. Program tersebut difokuskan pada pembentukan kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta pemahaman dasar sistem pertahanan negara.

Kolonel (Mar) Rana Karyana Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir mengatakan pendidikan Komcad dirancang sebagai pembekalan dasar bagi ASN apabila sewaktu-waktu negara membutuhkan dukungan komponen cadangan.

“Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara, sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai,” kata Rana seperti dilansir Antara, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan akan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari unsur sipil. Korps Marinir juga menyiapkan konsep pelatihan khusus yang tetap mengedepankan karakteristik pembinaan ala Marinir.

“Pembekalan khusus dari Marinir TNI AL, tentu ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir,” ujarnya.

Adapun sejumlah materi yang akan diberikan meliputi penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan, dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan, hingga penguatan soliditas tim atau esprit de corps.

Menurut Rana, pemahaman tentang soliditas tim tetap penting meski peserta berasal dari kalangan ASN. “Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” jelasnya.

Selain materi pelatihan, Korps Marinir memastikan seluruh fasilitas pendukung akan disiapkan secara maksimal, mulai dari lapangan latihan, barak, ruang kelas hingga tenaga medis.

Meski menggunakan standar pelatihan militer, pola pembinaan tetap akan disesuaikan demi kenyamanan dan keamanan peserta sipil. “Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil,” kata Rana.

Ia berharap fasilitas dan materi yang disiapkan dapat mendukung proses pelatihan Komcad ASN berjalan optimal.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan sebanyak 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan Komcad gelombang pertama yang digelar di lima lokasi pendidikan TNI.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan mengatakan pelatihan akan dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan, yakni Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, serta Pasmar 1.

“Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1,” kata Rico.

Ia menjelaskan para ASN akan mendapatkan materi dasar kemiliteran, baik teori maupun praktik, dengan durasi pelatihan sekitar satu setengah bulan yang dijadwalkan mulai April 2026.

Kemhan menyiapkan kuota total sebanyak 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga. Pelatihan akan dibagi dalam dua gelombang, masing-masing sebanyak 2.000 peserta.

Hingga Kamis, tercatat 987 ASN telah mendaftar mengikuti pelatihan gelombang pertama dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan.

Melalui program ini, Kemhan berharap ASN memiliki semangat nasionalisme serta kesiapan berkontribusi dalam sistem pertahanan negara, sekaligus tetap menjalankan peran utamanya sebagai pelayan masyarakat. (ant/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danilla Riyadi hingga Psikolog UI Isi Talkshow Kesehatan Mental di FISIP UI
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 CEO Bergaji Paling Besar di Dunia, Elon Musk Lewat
• 54 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
EVOS dan Pop Mie tandai sewindu kemitraan dengan turnamen komunitas
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Jabar Siapkan Tim Motor Senyum di Jalur Mudik Lebaran 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?
• 4 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.