Setelah menjalani perawatan intensif di RS dr Soebandi Jember, Abdurrahman, warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tempat ia dirawat, Kamis (27/2).
Dengan meninggalnya pemuda berusia 15 tahun tersebut, jumlah korban meninggal akibat ledakan petasan menjadi dua orang. Korban meninggal dengan kondisi mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, membenarkan bahwa Abdurrahman meninggal di RS dr Soebandi Jember. Ia dikabarkan meninggal sekitar pukul 13.30 WIB.
“Korban meninggal setelah menjalani rawat inap selama sembilan hari di RS dr Soebandi Jember. Kondisinya memang kritis karena sekitar 90 persen tubuhnya mengalami luka bakar,” ujar AKP Agung Hartawan, Kamis (27/2).
Menurutnya, meski jumlah korban meninggal akibat ledakan petasan pada Rabu (18/2) lalu bertambah, proses hukum kasus tersebut tetap berlanjut. Penyidik bahkan sudah meminta keterangan dari 11 warga sekitar.
“Meski kondisi lima korban sudah membaik dan telah pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo dan RSU Asembagus, penyidik belum bisa memeriksa kelima korban,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain menewaskan Supriyadi (50) akibat tertimpa tembok rumahnya, ledakan petasan pada Rabu (18/2) juga menyebabkan lima korban mengalami luka bakar. Sementara itu, korban bernama Umi Kulsum (61) mengalami patah tulang di kaki kanannya.
Akibat ledakan tersebut, satu rumah rusak berat hingga rata dengan tanah, empat rumah mengalami rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan empat rumah milik warga mengalami rusak ringan.
Lima korban luka akibat ledakan petasan tersebut yakni Samsul (22) luka bakar, Riko (25) luka bakar, Fais (20) luka bakar, dan Fino (15) luka bakar.





