Diplomasi Buka Bersama Prabowo dan Presiden MBZ di Abu Dhabi

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Azan magrib berkumandang tepat pukul 18.25 waktu setempat di kompleks Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026). Setelah berpuasa sekitar 13 jam di bawah langit senja Abu Dhabi, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) berdiri sejajar dalam saf, menunaikan salat magrib berjemaah sebelum kemudian berbuka bersama.

Seusai salat, keduanya melangkah menuju meja panjang yang telah tertata rapi di dalam kompleks istana. Kurma tersaji sebagai pembuka, berdampingan dengan air putih dan susu. Di tengah meja mengepul nasi berbumbu khas Arab menyerupai kabsa atau mandi, lengkap dengan potongan daging kambing empuk dan telur rebus utuh di atasnya. Di sekelilingnya tersusun nasi berempah bertabur kacang dan sayuran, aneka panggangan, hummus lembut, salad segar, acar, saus yogurt, roti pipih hangat, dan samosa renyah.

Prabowo yang mengenakan setelan jas gelap dan peci hitam duduk berdampingan dengan MBZ yang tampil dalam kandura putih khas Emirat. Percakapan keduanya berlangsung santai serta terasa hangat dan akrab membuka perjamuan di bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan UEA demi kesejahteraan rakyat kedua negara,” tulis Prabowo melalui akun Instagram resminya @prabowo.

Buka puasa bersama itu menjadi penutup dari rangkaian pertemuan penting yang telah berlangsung sejak Kamis petang. Agenda kenegaraan di Abu Dhabi bergulir dari dialog di taman istana, berlanjut ke pertemuan bilateral yang diperluas, lalu bermuara pada pembicaraan empat mata antara kedua pemimpin negara.

Baca JugaIndonesia Kawal Komitmen Investasi UEA 

Sebelumnya, setibanya di Qasr Al Bahr, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden MBZ, yang juga Emir Abu Dhabi. Pertemuan diawali di taman terbuka istana, di bawah deretan pohon palem dengan cahaya senja Abu Dhabi.

Dalam kesempatan itu, Presiden MBZ turut mengundang enam pimpinan Emirat lainnya, yakni Emir Dubai, Emir Sharjah, Emir Ajman, Emir Umm Al Quwain, Emir Ras Al Khaimah, dan Emir Fujairah. Kehadiran tujuh pimpinan Emirat secara bersamaan dalam satu forum merupakan agenda yang digelar setahun sekali. Momentum tersebut mencerminkan penghormatan dan persaudaraan yang erat antara Uni Emirat Arab dan Indonesia.

Setelah forum bersama para pemimpin Emirat tersebut, pembahasan dilanjutkan dalam format bilateral yang melibatkan delegasi Indonesia dan Abu Dhabi. Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Indonesia untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa.

Sementara Presiden MBZ didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.

Dialog kemudian berlanjut dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting) untuk membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama energi, investasi, hingga kemitraan ekonomi masa depan. Sebagai penutup, Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menggelar pertemuan empat mata.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan tersebut salah satunya membahas peningkatan investasi. UEA disebut ingin meningkatkan investasinya di Indonesia. “Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujarnya.

Baca JugaUEA Investasikan Rp 140 Triliun ke Indonesia Investment Authority

Keterangan tertulis dari Istana Kepresidenan menyebut, peningkatan kerja sama ini menandai hubungan bilateral kedua negara yang selama ini dikenal erat dan saling menguntungkan. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis utama di Asia Tenggara, terutama dalam bidang energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.

Presiden Prabowo pun menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi investor PEA dalam berbagai sektor prioritas nasional.

Baca JugaIndonesia–Jordania Perkuat Koordinasi Kemanusiaan untuk Gaza

Momentum pertemuan semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan PEA pada 2026. Setelah setengah abad, hubungan kedua negara kini memasuki fase baru dengan fokus pada investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria di Sleman Tusuk Tukang Parkir, Kesal Ditegur Tidur di Area Parkiran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bakal Digugat Cerai, Insanul Fahmi: Saya Konsisten Pertahankan Rumah Tangga
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 4,75%
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terima Kunjungan DPRD Lampung Barat, Kepala BPJPH: Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Perkuat Pendapatan Daerah
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kaesang ke Pandeglang, Simak Pernyataan Tokoh yang Mendampingi
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.