FAJAR, MAKASSAR-Perguruan tinggi dituntut untuk menerbitkan jurnal ilmiah yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Jurnal ilmiah merupakan indikasi reputasi akademik institusi, juga sebagai wadah untuk diseminasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa, serta memenuhi persyaratan akreditasi institusi.
Bagi perguruan tinggi yang unggul, jurnal internal menjadi wadah validasi kualitas penelitian, memfasilitasi pengembangan ilmu pengetahuan, dan mendukung jejaring kolaborasi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hal inilah yang mendorong Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin untuk terus mengembangkan penerbitan jurnal ilmiah. Saat ini, telah ada dua Jurnal Ilmiah terbitan Fakultas Kehutanan Unhas yang terindeks Scopus, yaitu Forest and Society (Scopus Q2) dan Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea (Scopus Q4).
Pada Senin (23 Februari 2026), Fakultas Kehutanan Unhas menggelar “Workshop Upgrading Status Jurnal Perennial Menuju Jurnal Internasional Bereputasi Terindeks Scopus”, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi Jurnal Hutan dan Masyarakat dari SINTA 4 ke SINTA 3. Kegiatan ini diinisiasi Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni ini berlangsung di Ruang Senat Lantai 2 Fakultas Kehutanan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
Workshop dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni, Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., Chief in Editor Forest and Society (Scopus Q2), Prof. Dr. forest. Muhammad Alif KS., S.Hut., M.Si., pengelola Jurnal Wallaceae (Scopus Q4), Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka, M.Sc. dan A. Siady Hamzah, S.Hut., M.Si., pengelola Jurnal Perennial, Prof. Dr. Suhasman, S.Hut., M.Si. dan Agussalim, S.Hut., M.Si., Ketua Unit Manajemen Publikasi, Dr. Kidung Tirtayasa Putra Pangestu, S.Hut., M.Si., serta Kasubbag Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni, Sainuddin, S.T.
Prof. Syahidah menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi pengelola jurnal agar memenuhi standar internasional dalam rangka mempersiapkan Jurnal Perennial menuju Scopus dan meningkatkan akreditasi Jurnal Hutan dan Masyarakat.
Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Mujetahid, menyatakan dukungan penuh fakultas, termasuk pendampingan penguatan proses editorial, peningkatan kualitas artikel, pemenuhan standar indeksasi, serta penyediaan pembiayaan dan fasilitas yang dibutuhkan.
“Fakultas Kehutanan saat ini memiliki dua jurnal terindeks Scopus, yaitu Forest and Society (Q2) dan JPK Wallaceae (Q4). Dengan dipersiapkannya Jurnal Perennial untuk indeksasi Scopus, seluruh program studi S1 di fakultas akan memiliki jurnal bereputasi internasional,” kata Prof. Mujetahid.
Jurnal Perennial sendiri telah menunjukkan kesiapan substansial, di antaranya memiliki 93 sitasi Scopus, tiga artikel internasional dari Rusia dan Malaysia yang akan terbit pada April 2026, serta struktur editorial yang kuat di bawah pimpinan Chief Editor Prof. Yusuf Sudo Hadi (H-Index 24), Prof. Suhasman, dan editor internasional Prof. Malinee Sriariyanun (H-Index 33) dari King Mongkut’s University of Technology North Bangkok, Thailand. (*)





