Dia pelakunya, tetapi justru dia yang berlaga sebagai korban. Dia bukanlah korban sesungguhnya, tetapi suka mendramatisir keadaan. Merasa paling tersakiti, si paling korban, dan dirugikan atas apa yang terjadi. Pernah menjumpai orang seperti itu?
Yap, bagi anak Gen Z itu bisa diartikan sebagai orang yang suka playing victim. Merujuk Psychology Today, orang yang berperan sebagai korban secara aktif memanipulasi orang lain dengan cara mencari perhatian, menimbulkan rasa bersalah dalam diri orang lain, dan menghindari pertanggungjawaban.
Lantas dalam realita sehari-hari bagaimana mengenali ciri-ciri orang yang playing victim? Kalimat atau frasa apakah yang sering diucapkan oleh orang-orang yang pura-pura sebagai korban?




