Baznas RI Salurkan 400 Paket Hidangan Berkah Ramadhan untuk Pemulung di Tebet

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 400 porsi hidangan siap saji berupa makanan dan takjil kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, dalam rangka Program Hidangan Berkah Ramadhan.

Program tersebut bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi selama bulan Ramadhan, khususnya bagi warga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi yang tinggi.

Kampung Gasong Jadi Lokasi Prioritas

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyatakan, "Zakat yang disalurkan para muzaki kepada Baznas kami alokasikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Hidangan Berkah Ramadhan bagi masyarakat prasejahtera. Salah satunya kami distribusikan di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, untuk memastikan warga dapat menikmati hidangan berbuka yang layak," katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia menyebut program tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

Penyaluran bantuan tidak hanya difokuskan di daerah, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan dengan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi, kawasan rawan bencana, serta kantong-kantong kemiskinan lainnya.

Saidah mengatakan, "Kenapa kita tetap memberikan bantuan di wilayah perkotaan, karena seperti yang kita ketahui ketimpangan begitu tinggi. Kampung Gasong menjadi salah satu lokasi prioritas karena kondisi sosial dan ekonomi warganya memerlukan perhatian serius," ujarnya.

Ia menjelaskan banyak keluarga di kawasan tersebut hidup dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan ruang hunian yang layak sehingga membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak.

Warga Sambut Bantuan dengan Syukur

Bantuan hidangan berbuka puasa tersebut disambut hangat oleh warga Kampung Gasong yang sebagian besar bekerja sebagai pemulung.

Salah satu penerima manfaat, Cipto (76), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Baznas dan para donatur.

Cipto merupakan pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah tinggal di Kampung Gasong bersama istri dan anaknya selama lebih dari 30 tahun setelah rumahnya terdampak penggusuran.

Sehari-hari ia bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya kuliah anaknya.

Cipto menyampaikan, "Alhamdulillah, kami diperhatikan sama Baznas dan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih banyak, mudah-mudahan sering datang kemari dan memperhatikan saudara-saudara kita di Gasong ini," ucap Cipto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Futsal Indonesia Bawa Skuad Berbeda ke ASEAN Futsal Cup 2026, Fokus Hector Souto Jadi Alasan
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Astra (ASII) Usulkan Dividen Final Rp292 per Saham
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Video Danau Es di Gunung Salju Yunnan, Tiongkok Retak, 4 Orang Tercebur ke Air
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Detik-Detik Penangkapan Koko Erwin: Pemasok Narkoba AKBP Didik yang Nyaris Kabur ke Malaysia
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Viral Pengemudi Ugal-Ugalan, Polisi Selidiki Dugaan Pelaku Gunakan Mobilk Curian | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.