Wanita inisial F (23), mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (UIN Suska) menjalani operasi usai dibacok oleh pria R (21) yang ditolak cintanya. Kondisi F saat ini stabil dan masih dalam proses pemulihan.
"Untuk kondisinya saat ini masih dalam pemulihan pascaoperasi," kata dr Nadia di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Jumat (27/2/2026).
F menjalani operasi di bagian kaki dan dahi pada Kamis (26/2). Kondisinya saat ini dilaporkan stabil.
"Kondisinya stabil dalam kesadaran penuh, cuma untuk komunikasi masih terbatas," katanya.
Pembacok Jadi TersangkaPolisi menetapkan pria inisial R (21) sebagai tersangka usai membacok mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (UIN Suska), F (23). R saat ini resmi ditahan di Mapolresta Pekanbaru.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta mengatakan penyidikan kasus ini ditarik ke Polresta Pekanbaru, mengingat kejadian tersebut yang menyita perhatian publik.
"Untuk tersangkanya juga sudah dilimpahkan, ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru," kata Kombes Muharman di Pekanbaru, Jumat (27/2/2026).
Muharman mengungkap motif pembacokan dilatarbelakangi masalah asmara.
"Motifnya sementara masih motif asmara, pengakuan tersangka," imbuhnya.
Kapolresta menyampaikan tersangka sudah berencana melakukan penganiayaan tersebut. Tersangka sudah mempersiapkan senjata tajam untuk menyerang korban.
"Untuk perencanaan dibuktikan dengan senjata tajam yang sudah dia bawa dari rumah, jadi masuk unsur perencanaan," katanya.
Saat ini penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru tengah mengebut pemberkasan tersangka. Sementara pemeriksaan korban polisi masih menunggu kondisi korban sehat.
Peristiwa pembacokan terjadi di lantai 2 Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum UIN Suska, pada Kamis (26/2) pagi. Saat itu korban sedang menunggu sidang skripsi tiba-tiba dibacok oleh pelaku yang juga seorang mahasiswa.
(mea/dhn)





