Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera memaparkan perkembangan terbaru pemulihan di tiga provinsi terdampak.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi turun drastis dari 2.108.582 orang menjadi 11.250 orang.
Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Dari total 11.250 pengungsi, sebanyak 10.400 orang berada di Aceh dan 850 orang di Sumatera Utara. Sementara di Sumatera Barat, tidak ada lagi warga yang tercatat mengungsi di tenda.
“Di Provinsi Sumatera Barat, Alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di huntara,” ujar Tito.
Ia juga melaporkan ada lima desa di dua provinsi yang perlu ditata ulang akibat terdampak bencana, yakni tiga desa di Aceh dan dua desa di Sumatera Utara. Di Sumatera Barat, tidak ada desa yang masuk kategori tersebut.
Dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 38 daerah dinyatakan telah kembali normal. Tiga kabupaten/kota mendekati normal, sementara 11 lainnya masih memerlukan perhatian khusus.
Tito menjelaskan indikator normalitas daerah mencakup berfungsinya pemerintahan dan layanan publik, akses darat, aktivitas ekonomi dan sosial, hingga layanan dasar seperti SPBU, listrik, PDAM, internet, LPG, pengelolaan sampah, serta normalisasi sungai.
Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, tambak, dan perikanan juga menjadi perhatian. Ia mengapresiasi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang terlibat dalam percepatan pemulihan.
Menurutnya, sejumlah aspek menunjukkan kemajuan signifikan, mulai dari akses jalan yang kembali berfungsi penuh, listrik yang sudah menyala, hingga SPBU yang beroperasi normal.
“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan, tapi UMKM-nya belum optimal sepenuhnya. Masih tugas kita lagi ada pembersihan lumpur, ada jembatan, jalan desa, daerah yang perlu kita selesaikan,” kata Tito.
Satgas PRR memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar daerah yang masih membutuhkan atensi khusus dapat segera pulih sepenuhnya.
Editor: Redaktur TVRINews





