REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persaingan layanan perbankan untuk calon jamaah haji kian mengerucut pada segmen haji khusus. Di tengah masa tunggu yang panjang dan biaya yang terus meningkat, masyarakat kelas menengah atas mencari bank yang dinilai aman dan berpengalaman.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengeklaim menguasai 59 persen pangsa pasar haji khusus. Sementara pada haji reguler, pangsa pasarnya sekitar 13 persen. Secara gabungan, porsi pasar bank syariah ini di dua segmen tersebut berada di kisaran 19 persen.
- Pembiayaan Syariah Mahal atau Murah? Ini Penjelasannya
- Hindari Jerat Gaya Hidup, ASN Diingatkan Kelola Keuangan Secara Syariah
- Benarkah Bank Syariah Lebih Mahal, Ribet, Hanya Ganti Istilah, Tidak Benar-benar Syariah?
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, kepercayaan tersebut menjadi bukti konsistensi perseroan dalam mendukung kebutuhan ibadah haji masyarakat. “Kepercayaan ini menjadi bukti konsistensi Bank Muamalat dalam mendukung kebutuhan ibadah haji masyarakat,” ujarnya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Saat ini, bank tersebut melayani sekitar 700 ribu jamaah haji tunggu. Angka itu menunjukkan besarnya potensi dana kelolaan dari segmen haji, terutama haji khusus yang umumnya diikuti nasabah dengan kemampuan finansial lebih mapan dan masa tunggu lebih singkat dibandingkan reguler.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Bagi masyarakat, haji khusus menjadi pilihan untuk mempersingkat antrean yang di sejumlah daerah bisa mencapai puluhan tahun. Namun, biaya yang lebih tinggi menuntut perencanaan keuangan yang lebih disiplin.
Melihat kebutuhan tersebut, Bank Muamalat menghadirkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji) yang mendorong nasabah menabung secara rutin melalui Tabungan iB Hijrah Haji. Nasabah diminta menambah dana baru minimal Rp 2,5 juta dan mengaktifkan setoran otomatis bulanan minimal Rp 100 ribu.
Ricky menyebut, skema ini memberi ketenangan bagi calon Jamaah haji dalam menyiapkan dana, baik untuk setoran awal maupun pelunasan biaya haji. “Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin dan teratur,” katanya.
Sebagai daya tarik, bank tersebut juga menyiapkan hadiah, termasuk paket perjalanan Umroh bagi nasabah dengan kenaikan saldo rata-rata tertinggi selama periode program.
Pengamat menilai, dominasi di segmen haji khusus mencerminkan posisi Bank Muamalat yang kuat dalam ekosistem haji dan umroh. Segmen ini dinilai strategis karena nilai dananya besar serta nasabahnya cenderung loyal.
Di sisi lain, masyarakat diingatkan tetap memperhitungkan kemampuan finansial sebelum memilih haji khusus. Perencanaan jangka panjang dan disiplin menabung menjadi kunci agar ibadah tidak justru membebani kondisi keuangan keluarga.



