Seskab: Apakah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan? Saya Jawab Tidak

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi polemik narasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan nasional. Teddy menegaskan program MBG tidak akan mengurangi program pendidikan.

"Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru. Tentang apa? Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Teddy menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mengenai penganggarannya, sebut Teddy, telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak," kata dia.

Baca juga: PDIP: SE Larang Kader Manfaatkan MBG untuk Jawab BGN soal Parpol Punya SPPG

Teddy melanjutkan, pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak menyetop program-program pendidikan di era pemerintah sebelumnya. Menurutnya, program-program berorientasi peningkatan pendidikan justru ditambah.

"Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar, berjalan. Ada Program Indonesia Pintar, berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada Sekolah Rakyat. Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di Sekolah Rakyat." kata dia.

Lebih lanjut, kata Teddy, pemerintahan Presiden Prabowo juga gencar memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak. "Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi. Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar 17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen," lanjutnya.

Baca juga: PDIP: Berdasarkan Lampiran APBN, Rp 223 T Anggaran Pendidikan untuk MBG

Terkait gaji guru pun ditingkatkan. Teddy menyebut pemerintah pusat telah memberikan insentif untuk guru honorer di daerah. Tunjangan guru non-ASN juga dinaikkan.

"Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih. Satu, mengenai guru honorer. Saya mau sampaikan bahwa secara kewenangan guru honorer itu ada di bawah pemerintah daerah. Tapi pemerintah pusat memberi insentif. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di jaman Presiden Prabowo, menjadi Rp 400 ribu," kata Teddy.

"Kemudian yang kedua, ada tunjangan guru non-ASN. Jumlahnya berapa? Dari Rp 1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp 2 juta. Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya. Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah, jadi dulu pemberian kunjangan honor itu melalui transfer ke daerah. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan," lanjut dia.




(fca/dhn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barang Ini Kena Tarif 104% - Konflik As-Iran Bisa "Makan Korban"
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Divonis 15 Tahun Bui, Anak Buron Riza Chalid: Saya Akan Terus Cari Keadilan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Seskab Teddy Ungkap Pembahasan Empat Mata Prabowo dan MBZ dalam Sejam Pertemuan
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Seskab: MBG di Anggaran Pendidikan Disetujui Banggar DPR, Ketuanya PDIP
• 3 jam laludetik.com
thumb
Daftar 8 Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Conference League melalui Play-off Knock-out
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.