tvOnenews.com - “Satu tahun mungkin belum cukup untuk menyelesaikan semuanya, namun satu tahun telah cukup membuktikan arah perubahan itu sedang berjalan.” - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
Postingan terbaru Sherly Tjoanda di akun Instagram pribadinya, @s_tjo, menarik perhatian publik.
Melalui unggahan berdurasi dua menit lebih itu, Sherly membagikan refleksi kinerja selama satu tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Maluku Utara sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam narasinya, Sherly menekankan bahwa perubahan nyata telah mulai dirasakan masyarakat Maluku Utara di berbagai sektor.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan.
Ia mengungkapkan, fokus utama pemerintahannya adalah memastikan tidak ada lagi anak Maluku Utara yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya pendidikan.
1. Pendidikan Jadi Pondasi Utama
Dalam bidang pendidikan, Sherly Tjoanda menyampaikan langkah progresif dengan menghapus biaya komite SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta melalui program BOSDA.
Pada tahun 2025, program tersebut dialokasikan dana sebesar Rp38 miliar, dan meningkat menjadi Rp50 miliar pada tahun 2026.
Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan lebih dari Rp54 miliar dari APBN, serta Rp92 miliar dari APBD, untuk proyek revitalisasi dan digitalisasi sekolah di seluruh wilayah Maluku Utara.
2. Kesehatan Lebih Merata dan Mudah Diakses
- Instagram/@s_tjo
Di sektor kesehatan, Sherly mengungkap bahwa hampir 100 persen warga Maluku Utara kini telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
Program ini disinergikan dengan sistem layanan berbasis KTP elektronik, yang memungkinkan warga memperoleh akses layanan kesehatan dalam waktu 24 jam setelah pendaftaran.
Peningkatan ini menjadi salah satu tonggak penting pemerataan pelayanan publik di provinsi kepulauan tersebut.
3. Program Kesejahteraan untuk Masyarakat
Gubernur Sherly juga menyoroti program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Pada tahun 2025, sekitar 700 rumah telah direnovasi dengan total anggaran Rp20 miliar. Jumlah itu akan meningkat menjadi 1.500 rumah pada tahun 2026.
4. Dorongan untuk Pertanian dan Kelautan
Pada sektor pertanian, Sherly menyebut telah membuka 1.500 hektare lahan baru serta membangun 41 kilometer jalan tani di wilayah Barun.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507946/original/041486300_1771559282-44ff3610-ff9d-463d-a68a-89806704cb7a.jpeg)
