Anak Down Syndrome Jadi Pemeran Utama Film Nasional, Ini Kisah Ridho

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi untuk berkembang jika mendapat ruang dan dukungan yang tepat. Bagi orang tua, menemukan minat dan bakat anak sering kali menjadi perjalanan penuh kejutan, apalagi ketika kesempatan datang dari arah yang tak terduga.

Hal inilah juga yang dijalani Ridho Khaliq Kurnia (14), seorang anak down syndrome yang dipercaya menjadi pemeran utama dalam film nasional Tanah Runtuh. Kisahnya menginspirasi banyak keluarga bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan tampil percaya diri di ruang publik.

Perjalanan Ridho dari Casting hingga Syuting

Langkah Ridho ke dunia perfilman bermula dari kegiatan sederhana di sekolah. Guru ekstrakurikuler dance-nya, Kak Reza, di Sekolah Mutiara Harapan Islamic School, divisi anak berkebutuhan khusus, Development Class

melihat keberanian dan potensinya saat tampil. Ia kemudian merekomendasikan Ridho ke tim casting film Tanah Runtuh.

Dalam proses casting, Ridho tidak diuji dengan cara yang kaku. Ia diajak mengobrol santai, bercanda, dan menunjukkan kemampuan dance yang selama ini ia tekuni.

Meski memiliki keterbatasan dalam berbicara, Ridho mampu memahami arahan dengan caranya sendiri. Ekspresi yang jujur dan spontanitasnya justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Ridho memang punya keterbatasan berbicara tapi ia paham jika diajak bicara,” kata Marina M. Maulidia, ibu Ridho, kepada kumparanMOM, Kamis (26/2).

Setelah terpilih, Ridho ternyata berkesempatan beradu peran dengan aktor Vino G. Bastian. Proses syuting menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan. Cuaca panas, rasa lelah, hingga kantuk membuatnya harus banyak beradaptasi. Namun dukungan kru dan keluarga membantunya tetap semangat menjalani setiap adegan.

“Bersyukur karena semuanya, mulai dari Mas Rudy, semua pemeran dan kru sangat berusaha mengenal dan memahami Ridho. Ridho pun berusaha memahami semua arahan yang diberikan,” ungkap sang ibu.

Marina juga mengungkapkan bahwa awalnya keluarga hanya ingin memberi ruang bagi minat seni putranya.

“Saat Ridho ditawari seni peran, kami ingin mencoba. Ternyata Ridho sangat menikmati. Bahkan setelah selesai syuting, di rumah ia masih sering dance dan acting dengan caranya sendiri,” ujarnya.

Melalui proses reading dan syuting, kemampuan komunikasi serta rasa percaya diri Ridho pun semakin berkembang.

Pengalaman ini bukan sekadar tentang film. Ini adalah kisah tentang tumbuhnya kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus ketika diberi kesempatan yang setara. Kisah Ridho menjadi pengingat bagi orang tua bahwa dukungan, kesabaran, dan keberanian mencoba hal baru dapat membuka jalan besar bagi masa depan anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadhan Disebut Harus Jadi Momentum Konglomerat Bayar Utang Sosial kepada Rakyat
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga Tangkap Pelaku Penusukan Juru Parkir di Jalan Godean
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral Saat Natalius Pigai Ngaku Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun
• 13 jam laludisway.id
thumb
Forum Purnawirawan TNI Tulis Surat ke Presiden, Tolak Pengiriman Pasukan di BoP
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rizky Billar dan Lesti Kejora Dikaruniai Anak Ketiga
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.