Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) sepulang dari kunjungan kerjanya luar negeri. Ratas digelar di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2).
"Beliau akan melaksanakan rapat terbatas. Menjelang berbuka puasa mungkin sekitar jam 4. Kemudian rapat terbatas sampai berbuka. Kemudian mungkin nanti disambung lagi," kata Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Teddy tak merinci siapa saja yang akan hadir dalam ratas tersebut. Termasuk soal yang akan dibahas.
Namun, dia menjelaskan, ratas ini digelar selepas Prabowo melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara selama lebih dari sepekan.
"Tadi pagi Bapak Presiden sudah tiba dari kunjungan ke luar negeri. Dari Amerika Serikat, Inggris, Yordania, kemudian UAE," ungkap dia.
Dalam lawatannya, Prabowo mengunjungi Amerika Serikat untuk menghadiri agenda Board of Peace di Washington DC dan bertemu Presiden AS, Donald Trump.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian Palestina. Kedua negara juga menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang membuka tarif 0 persen bagi 1.819 produk Indonesia di pasar AS, termasuk komoditas sawit dan kopi.
Usai dari AS, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Inggris. Di London, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dengan perusahaan teknologi Arm Limited.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis di Indonesia.
Dari Inggris, Prabowo bertolak ke Amman, Yordania, untuk bertemu Raja Abdullah II of Jordan.
Pertemuan bilateral itu membahas penguatan koordinasi dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat.
Prabowo juga menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Sebelum kembali ke Tanah Air, Prabowo mengunjungi Uni Emirat Arab dan bertemu Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis, termasuk kerja sama di bidang energi, investasi, dan ekonomi.





