Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Hukumnya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Anjuran mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil kerap terdengar di tengah masyarakat Muslim, terutama di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Banyak yang meyakini bahwa jumlah ganjil memiliki nilai sunnah tersendiri. 

Lalu, apakah benar makan kurma harus selalu ganjil dalam setiap kesempatan?

Baca Juga :
Resep Soto Ayam Kuah Bening, Segar Banget Cocok Buat Makan Sahur
Seni Mengelola Hati di Bulan Ramadhan: Pesan Quraish Shihab Agar Pahala Puasa Tak Terkuras Amarah

Tradisi ini memang tidak muncul tanpa dasar. Praktik tersebut merujuk pada kebiasaan Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam sejumlah hadits shahih. 

Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan berasal dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu.

كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يغدو يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وتراً

“Nabi Shallallahu’alahi wa sallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan kurma terlebih dahulu, dan beliau makan kurma dengan jumlah ganjil” (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa mengonsumsi kurma sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri merupakan sunnah. Rasulullah SAW mencontohkan untuk memakannya dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau lebih.

Namun, penting dipahami bahwa praktik ini secara spesifik berkaitan dengan hari Idul Fitri. Artinya, konteksnya bukan kebiasaan harian yang bersifat mutlak, melainkan bagian dari sunnah yang dilakukan pada momen tertentu.

Terkait hukum jumlah ganjil dalam mengonsumsi kurma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan bahwa hal tersebut tidak bersifat wajib maupun sunnah secara umum.

“Itu tidak wajib dan tidak pula sunnah. Yaitu seseorang berbuka puasa dengan kurma yang ganjil, semisal tiga, atau lima atau tujuh atau sembilan. Kecuali di hari Idul Fitri." (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, rekaman nomor 354) [2].

Penjelasan ini menegaskan bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil tidak menjadi kewajiban setiap kali berbuka puasa atau dalam keseharian. Pengecualian yang ditekankan adalah pada hari Idul Fitri, sesuai dengan praktik yang dicontohkan Nabi SAW.

Meski demikian, umat Islam tetap meyakini bahwa Rasulullah SAW adalah teladan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pola makan. Kurma sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam, baik sebagai makanan berbuka maupun sahur.

Salah satu riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu menyebutkan keutamaan kurma sebagai menu sahur:

Baca Juga :
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 Hijriah
THR Ojol 2026 Kapan Cair? Ini Penjelasan Skema dan Aturannya
116 SPBU Pertamina Sediakan Energi Tambahan Bagi Konsumen saat Waktu Berbuka Puasa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertemu MBZ, Bahas Peningkatan Investasi UEA di RI
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anak Gajah Kembali Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Polisi Tunggu Hasil Nekropsi
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi dan Sebab Perang Terbuka 2 Negara Muslim Pakistan-Afghanistan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gili Trawangan Jadi Spot Renang Terbaik Dunia 2026 Versi Forbes
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
India Bidik Peluang Investasi Hilirisasi Logam di Indonesia
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.