Seskab Teddy: Program MBG Tidak Pangkas Anggaran Pendidikan

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran maupun program di sektor pendidikan.

Menurut Teddy, anggapan bahwa program tersebut membuat sekolah terbengkalai dan kesejahteraan guru terabaikan merupakan narasi yang keliru.

“Ada pihak, sedikit pihak, yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan. Jadi, itu narasi yang keliru,” ujar Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, program MBG justru bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, terutama bagi peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah.

"Dalam hal ini, siswa dari paut, TK, SD, PSMA dan setingkatnya untuk memperoleh pendidikan di sekolah," ujarnya 

Teddy menambahkan, anggaran pendidikan telah disepakati bersama antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan sebelumnya, termasuk melalui Badan Anggaran DPR yakni sebesar 20 persen dari APBN atau Rp769,1 triliun.

"Anggaran tersebut telah ditetapkan untuk pelaksanaan program pada 2026 beserta peruntukannya," kata Teddy.

Karena itu, ia memastikan program MBG tidak mengurangi program pendidikan yang telah berjalan pada periode sebelumnya.

“Faktanya, tidak ada program strategis  pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah," jelas Teddy.

Ia menyebut sejumlah program pendidikan tetap berjalan, di antaranya Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar.

Selain melanjutkan program yang sudah ada, pemerintah juga menambah inisiatif baru berupa sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.

Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan fasilitas pendidikan, tempat tinggal, makanan bergizi, serta jaminan kesehatan. Dalam satu tahun terakhir, jumlah peserta yang terlibat disebut telah mencapai sekitar 16.000 hingga 20.000 siswa.

Teddy menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Termasuk MBG adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan,” ujarnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Rekomendasi Situs Jual Beli Mobil yang Dapat Dipercaya di Indonesia
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
BPBD Kabupaten Madiun Lakukan Assessment Cepat, Dua Rumah Terdampak Tanah Retak dan Longsor di Sumberbendo
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Akses Investasi Logam Mulia Aman dan Transparan Hadir di Surabaya
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Empat Hotel Mewah di Bundaran HI Bakal Terhubung dengan MRT dari Bawah Tanah, Pramono Singgung Singapura
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.