Soal Banyak Anak Bunuh Diri, Cak Imin: Masalah Utamanya Kemiskinan Struktural

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti soal kemiskinan struktural yang menjadi penyebab fenomena anak-anak mengakhiri hidup.

Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, tragedi tersebut menjadi gambaran mendalam tentang realitas kehidupan sosial di mana peristiwa kelam dapat terjadi karena faktor ekonomi.

"Masalah utamanya adalah kemiskinan struktural dan kohesi sosial yang terus berusaha kita atasi bersama-sama, sambil kita mengakhiri problematika utama kita, yaitu kemiskinan dan persoalan-persoalan struktural lainnya," tutur Cak Imin dalam agenda dialog ketahanan psikososial di Kampus Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Anak Bunuh Diri Bisa Diantisipasi…

Cak Imin mengatakan, pemerintah bersama masyarakat harus bekerja sama agar isu kesehatan mental yang sudah sangat mengkhawatirkan ini tidak terus berulang.

Ia mengaku sangat terpukul mendengar kasus seorang anak yang mengakhiri hidupnya akhir-akhir ini. 

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa ini  menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan kejadian-kejadian kasus bunuh diri akibat permasalahan mental terus terjadi.

Baca juga: 4 Masalah Pendidikan di NTT Berkaca dari Kasus Anak Bunuh Diri, Lebih dari Buku dan Pena

"Kejadian (bunuh diri) bukan hanya menimbulkan penyakit mental, tetapi juga kita menjadi bangsa yang rapuh. Kita harus terus menjadi kekuatan yang saling memperdayakan," ucap Cak Imin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menyebutkan, catatan Kementerian Kesehatan bahwa ada 28 juta orang Indonesia yang memiliki masalah kesehatan mental adalah fenomena gunung es yang sangat mengkhawatirkan.

"Setiap saat (gangguan mental) akan bisa lebih banyak dan lebih parah lagi. Faktanya pemicu gangguan kesehatan mental cukup kompleks dan multidimensi," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi I Melemah 0,31 Persen ke 8.209
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ngabuburit di JConnect Ramadan Vaganza 2026, Ada Promo Balon Udara
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bosowa Education dan Bosowa Peduli Perkuat Silaturahmi, Soroti Tantangan Pendidikan dan Kondisi Sosial
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Kakak ungkap Virgoun Beri Mahar Cantik saat Nikahi Lindi Fitriyana
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kilau Harga Emas Dunia Meredup
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.