Bisnis.com, JAKARTA — Massa aksi demonstrasi BEM Universitas Indonesia (UI) menggeruduk Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, kelompok mahasiswa BEM UI tiba sekitar 16.00 WIB. Mereka nampak membawa bendera dan sejumlah poster yang mengkritik kepolisian.
Selain massa BEM UI, terdapat juga kelompok mahasiswa yang pro terhadap Polri. Kelompok pro itu yakni Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Keadilan dan Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian.
Dalam hal ini, terdapat momen unik lantaran Mabes Polri menyambut kedua aksi massa dengan mengenakan peci dan sorban putih. Selain itu, khusus Polwan mengenakan kerudung putih.
Mereka nampak membentangkan sepanduk "Selamat Datang Pejuang Aspirasi, Sampaikan Pendapat dengan Tertib. Kami Siap Melayani."
Di samping itu, terlihat juga dua rombongan pendemo ini telah tumpah ruah di Jalan Trunojoyo atau tepatnya di depan Gedung Mabes Polri.
Baca Juga
- Aksi Massa Demo BEM UI Tumpah Ruah di Jalan Trunojoyo Mabes Polri
- Polisi Terjunkan 3.093 Personel Kawal Demo BEM UI di Mabes Polri Hari Ini (27/2)
- BEM UI Gelar Demo di Mabes Polri Siang Ini, Tuntut Copot Kapolri dan Kapolda Maluku
Dengan begitu, arus lalu lintas mulai tersendat dari kedua sisi, baik itu arah Tendean maupun Blok M. Namun demikian, petugas langsung menutup jalan dari arah Blok M di Jalan Trunojoyo.
"Kita demo hanya ingin perubahan untuk perubahan bagi kepolisian. Kita ingin reformasi Polri, betul tidak!" teriak orator di mobil komando.
Di samping itu, anggota kepolisian yang berjaga nampak mengenakan kopiah atau peci serta sorban berwarna putih saat mengawal aksi demonstrasi mahasiswa UI yang dilakukan jelang waktu berbuka puasa.
Perwakilan polisi sempat mengajak mahasiswa untuk berdiam. Namun, kelompok mahasiswa menegaskan bahwa pihaknya hanya akan berdialog di tengah titik demo.
"Kalau mau berdialog, disini pak!" pungkas orator.
Nah, berikut ini lima tuntutan aksi BEM Ui di Mabes Polri hari ini, Jumat (27/2/2026)
1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas
2. Mendesak pencopotan Listyo Sigit dari jabatan Kapolri dan Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku
3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi
4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan Polri dari jabatan sipil
5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari komisi percepatan Reformasi Polri





