REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan angkatan kerja muda Indonesia menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) menjadi kunci, terutama bagi lulusan SMA dan SMK yang jumlahnya mencapai 3,28 juta orang pada tahun ajaran 2024-2025.
- Sinergi Ramadhan 2026: Menjaga Daya Beli Masyarakat dan Keamanan Pangan Nasional
- Demo Tuntut Reformasi Polri di Semarang, Massa Gelar Shalat Gaib untuk Siswa SMP yang Dibunuh Brimob
- Wajah Digital Ramadhan: Membedah Pola Konsumsi Masyarakat hingga Strategi Cerdas Bertransaksi Aman
“Ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Emas di tahun 2045 nanti,” ujar Menko Airlangga di Jakarta, Jumat.
Data menunjukkan bahwa lulusan SMA dan SMK mendominasi struktur angkatan kerja nasional. Dari total 148 juta orang angkatan kerja, lulusan SMA menyumbang 20 persen atau sekitar 31,05 juta orang, sementara lulusan SMK berkontribusi 14 persen atau setara 20,8 juta orang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Melihat besarnya proporsi ini, pemerintah menilai penting bagi mereka untuk dibekali keahlian praktis dan sertifikat kompetensi. Hal ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas ke sektor formal serta mempersingkat masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mempersiapkan program Pelatihan Vokasi Nasional yang akan dimulai pada April 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa pelatihan tahap pertama akan menyerap setidaknya 20 ribu peserta.
“Harapan kami tentu ini bisa dioptimalkan. Jadi selain ada program Magang Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK,” ungkapnya.
Program yang sudah memasuki tahap pendaftaran ini menyediakan 37 kelompok kejuruan yang tersebar di 33 lokasi pelatihan dengan total 830 kelas. Ragam kejuruan yang ditawarkan mencakup bidang-bidang terkini seperti teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, pariwisata, fesyen, otomotif, kelistrikan, mekanisasi pertanian, hingga konstruksi.
Proses pembelajarannya dirancang secara fleksibel melalui metode daring, luring, dan hybrid (blended learning) yang akan dipandu oleh para mentor bersertifikasi.
Untuk memastikan kelancaran para peserta selama mengikuti pelatihan, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi makan siang, uang transportasi sebesar Rp20 ribu per hari, serta perlindungan berupa asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Setelah menyelesaikan program, para peserta juga akan menerima modul pelatihan dan sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menaker Yassierli menambahkan bahwa para lulusan yang menjadi sasaran program ini adalah mereka yang lulus dalam tiga tahun terakhir. Pihaknya berharap program ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat. “Kita menginginkan yang 20 ribu ini benar-benar nanti mereka yang memiliki keterkaitan dan relevansi dengan bidang pelatihan yang diambil, sehingga peluang untuk bekerja lebih besar,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa balai-balai pelatihan Kemnaker akan turut membantu menghubungkan para lulusan dengan industri atau membimbing mereka untuk memulai wirausaha. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman skilhub.kemenaker.go.id.
Di sisi lain, upaya pengembangan talenta muda juga dilakukan di sektor keuangan melalui kolaborasi dengan dunia akademis. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program strategis yang mencakup riset, magang, beasiswa, dan dukungan infrastruktur pendidikan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah diteken pada Desember 2025.
“Kita titip supaya literasi keuangan ditingkatkan. Kalau perlu ada kuliah khusus mengenai penjaminan simpanan atau perbankan atau resolusi asuransi,” ujar Anggito usai penandatanganan kerja sama di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, Jumat.




