Bakrie & Brothers Siapkan Right Issue Tahun Ini, Bidik Dana Segar Rp6,5 Triliun untuk Tekan Rasio Utang

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Emiten holding multi-sektor, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan saham baru Seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham.

Melalui rights issue, Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti, menyampaikan perseroan menargetkan mampu meraup dana segar senilai Rp 4 triliun sampai Rp6,5 triliun.

Baca Juga :
Bakrie & Brothers Cetak Laba Naik Nyaris 50 Persen di 2025, Ditopang Hal Ini
IHSG Bangkit Tipis di Akhir Bulan Februari 2026, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran LQ45

“Target pengumpulan mungkin antara Rp4 sampai Rp6,5 triliun ya kira-kira. Tapi nanti angka pastinya tanggal 9 Maret (2026) ya,” ujar Roy kepada awak media seusai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie, menilai urgensi pelaksanaan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Dari 90 juta lembar saham yang akan ditebar, saham tersebut akan dikeluarkan dari portepel dan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gerbang Tol Taruma Jaya, Jalan Tol Cibitung-Cilincing.
Photo :
  • Dok. Kementerian PUPR

“Perseroan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha di perseroan dan/atau anak perusahaan, termasuk CCT,” jelas Anin.

Anin optimis pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Aksi korporasi ini juga sekaligus memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan.

“Selain itu, penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan,” lanjut Anin.

Setelah aksi korporasi ini, Anin menjelaskan rasio total pinjaman terhadap total aset akan menurun menjadi 67,9 persen setelah PMHMETD dari sebelumnya di level 84,28 persen. Penurunan ini, kata Anin, mencerminkan komposisi pendanaan berbasis ekuitas yang lebih besar, sehingga kontribusi kinerja aset terhadap pemegang saham turut meningkat.

“Penurunan rasio ini memberikan Perseroan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga :
IHSG Melemah ke 8.209 di Sesi I, Cek 3 Saham Top Gainers LQ45
IHSG Anjlok 67 Poin pada Sesi I, Analis Minta Investor Perhatikan Area Ini
Pembiayaan Pinjaman Usaha Anjlok, UMKM Masih Pilih Bank Emok?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berburu Menu Buka Puasa Murah di Masjid Al-Akbar Surabaya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalan Berlubang, Nyawa Kembali Melayang
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Sekadar Konser, XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular di Ultraverse Festival
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Drawing 16 Besar Liga Champions: Madrid Ketemu City, Chelsea Hadapi PSG
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Pelindo Siapkan Mudik Gratis 2026, Ini Rute dan Cara Daftarnya!
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.