Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Obligasi dan PUB IV Obligasi Subordinasi sebagai bagian dari penyesuaian strategi pendanaan perseroan.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Manajemen Bank Panin menyampaikan penghentian dilakukan dengan pertimbangan strategis untuk membuka penawaran umum berkelanjutan yang baru guna memenuhi kebutuhan pendanaan dalam dua tahun ke depan.
“Penghentian tersebut dilakukan dengan pertimbangan strategis perseroan untuk melakukan pembukaan Penawaran Umum Berkelanjutan yang baru, guna memaksimalkan fleksibilitas serta potensi perolehan pendanaan dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan Perseroan untuk 2 (dua) tahun ke depan,” tulis manajemen, dikutip Jumat (27/2/2026).
Sebelumnya, Panin menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun melalui PUB IV Obligasi dan Rp8 triliun melalui PUB IV Obligasi Subordinasi. Kedua pernyataan pendaftaran tersebut telah efektif pada 27 Juni 2024 dan berlaku selama dua tahun.
Dalam pelaksanaannya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp50 miliar, Tahap II Tahun 2024 sebesar Rp3,91 triliun, Tahap III Tahun 2025 sebesar Rp3,2 triliun, dan Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp2,71 triliun. Adapun untuk PUB IV Obligasi Subordinasi, perseroan telah merealisasikan penerbitan Tahap I Tahun 2024 senilai Rp50 miliar.
Dengan penghentian tersebut, perseroan tidak melanjutkan penawaran atas sisa dana yang belum diterbitkan. Manajemen menegaskan langkah ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Baca Juga
- Bank Panin (PNBN) Cetak Laba Rp2,87 Triliun sepanjang 2025
- Sentimen Moody's Tekan Pasar Surat Utang, Panin AM Bidik Obligasi Tenor Pendek
- Bank Panin (PNBN) Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp2,71 Triliun, Kupon hingga 6,15%
Sebagai informasi, PNBN atau Panin Bank membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp2,87 triliun sepanjang 2025, tumbuh 0,13% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,86 triliun.
Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo menyampaikan pertumbuhan laba bank pada 2025 itu utamanya ditopang oleh peningkatan fee-based income yang tumbuh 3,47% YoY atau sebesar Rp2,30 triliun.
“Pertumbuhan Laba PaninBank 2025 terutama didukung oleh peningkatan fee-based income yang naik 3,47% atau sebesar Rp2,30 triliun,” kata Herwidayatmo dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (26/2/2026).
Pertumbuhan laba juga didorong oleh pendapatan bunga bersih yang berhasil ditingkatkan dan tercatat tumbuh sebesar 0,19% YoY menjadi Rp8,95 triliun, sejalan dengan meningkatnya pendapatan bunga.
Beban operasional lainnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, beban operasional perseroan menyusut 2,83% YoY menjadi Rp5,02 triliun dari tahun sebelumnya Rp5,16 triliun.





